News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali jadi perbincangan, bukan karena agenda kenegaraan, melainkan gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dibanding banyak tokoh politik lain.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:16 WIB
Gibran Rakabuming Raka
Sumber :
  • YouTube/Yusril Ihza Mahendra Official

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan, bukan karena agenda kenegaraan, melainkan gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dibanding banyak tokoh politik lain.

Penampilan yang lebih santai, penggunaan bahasa sehari-hari, hingga aktivitas yang kerap muncul di media sosial disebut menjadi faktor yang membuatnya lebih mudah menarik perhatian Generasi Z.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum Gen Z, Arwin Welhalmina, menilai pendekatan yang dilakukan Gibran mencerminkan upaya menyesuaikan cara komunikasi dengan karakter generasi muda yang tumbuh di era digital.

“Gen Z itu generasi yang sangat dekat dengan media sosial. Mereka terbiasa melihat sesuatu yang cepat, sederhana, dan tidak terlalu formal. Jadi ketika ada figur publik, termasuk pemimpin, yang bisa tampil lebih santai dan dekat, tentu lebih mudah mendapatkan perhatian,” kata Arwin dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Ketua Umum Gen Z, Arwin Welhalmina.
Ketua Umum Gen Z, Arwin Welhalmina.
Sumber :
  • Dok Arwin Welhalmina.

Menurutnya, gaya kasual tidak sekadar berkaitan dengan penampilan, melainkan juga cara menyampaikan pesan. Ia menilai seorang pemimpin tidak harus berusaha menjadi anak muda, tetapi perlu memahami pola komunikasi generasi tersebut.

“Bukan berarti kalau mau dekat dengan Gen Z harus ikut-ikutan menjadi anak muda. Yang lebih penting adalah memahami cara mereka berkomunikasi. Gaya yang lebih santai bisa menjadi pintu masuk supaya pesan yang disampaikan tidak terasa terlalu jauh,” ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan di luar acara kenegaraan, Gibran kerap tampil dengan kemeja lengan pendek, jeans, sneakers, atau busana lokal yang sederhana. Penampilan seperti itu dinilai menciptakan kesan lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

Arwin mengatakan, cara seorang tokoh menampilkan dirinya di depan publik dapat memengaruhi bagaimana anak muda membangun persepsi.

“Anak muda sekarang cukup peka kalau melihat sesuatu yang terlalu dibuat-buat. Ketika seorang figur tampil lebih natural, mereka bisa merasa ada kedekatan. Jadi pakaian itu memang bukan segala-galanya, tetapi bisa membentuk kesan pertama,” tutur Arwin.

Menurut dia, kesan dekat tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar interaksi Gen Z saat ini berlangsung di ruang digital.

“Di media sosial, orang tidak melihat kita seperti di acara formal. Mereka melihat sisi yang lebih sehari-hari. Karena itu, ketika seorang pemimpin bisa menunjukkan sisi yang lebih humanis, itu bisa membuat jarak dengan anak muda terasa lebih pendek,” katanya.

Selain penampilan, penggunaan istilah populer seperti “bro”, “santuy”, “gaskeun”, hingga “healing” juga dinilai membuat komunikasi Gibran lebih mudah diterima oleh kalangan muda. Namun, Arwin mengingatkan bahwa bahasa gaul saja tidak cukup untuk membangun kepercayaan.

“Kalau bahasa yang digunakan terlalu formal, kadang anak muda merasa sedang diajari atau digurui. Padahal mereka ingin diajak bicara. Itu yang membedakan antara sekadar menyampaikan pesan dengan membangun komunikasi,” jelasnya.

“Tidak cukup hanya memakai istilah anak muda. Kalau cuma bilang bro, santuy, atau istilah lainnya tetapi tidak ada substansi, anak muda juga bisa melihat itu sebagai pencitraan. Jadi bahasa harus sesuai dengan konteks dan harus tetap ada isinya,” ujar Arwin.

Ia menilai gaya komunikasi hanya berfungsi sebagai pembuka hubungan dengan generasi muda, sedangkan kepercayaan ditentukan oleh tindakan nyata.

“Ketika anak muda merasa pemimpinnya dekat, mereka akan lebih terbuka untuk mendengarkan. Tetapi setelah perhatian itu didapat, yang mereka lihat berikutnya adalah apa yang dilakukan dan apa yang diperjuangkan,” kata Arwin.

“Gaya casual bisa menarik perhatian, tetapi kepercayaan tidak dibangun hanya dengan gaya. Kepercayaan dibangun dari konsistensi antara apa yang disampaikan dengan apa yang dilakukan,” lanjutnya.

Di sisi lain, pendekatan santai juga tidak lepas dari kritik. Sebagian pihak menilai penampilan yang terlalu kasual dalam situasi tertentu dapat mengurangi wibawa seorang pejabat, sementara yang lain menganggap penggunaan bahasa gaul hanya sebagai strategi pencitraan.

Menanggapi hal itu, Arwin menilai kritik merupakan konsekuensi dari pilihan gaya komunikasi yang berbeda.

“Wajar kalau ada yang menilai gaya seperti itu positif dan ada juga yang mengkritik. Setiap orang punya standar sendiri soal bagaimana seorang pejabat seharusnya tampil,” ucapnya.

Menurut Arwin, yang paling penting adalah kemampuan menempatkan diri sesuai konteks.

“Yang penting tahu tempat dan konteks. Di acara resmi tentu ada aturan dan etika yang harus dijaga. Tetapi di ruang publik atau media sosial, pendekatan yang lebih santai menurut saya bisa menjadi cara untuk berkomunikasi dengan kelompok yang memang menjadi target audiensnya,” katanya.

Ia juga menilai perubahan pola konsumsi informasi membuat pemimpin perlu menyesuaikan cara berkomunikasi.

“Kalau kita bicara soal Gen Z, kita harus masuk ke ruang mereka. Bukan berarti kehilangan wibawa, tetapi cara penyampaiannya yang disesuaikan. Pesannya tetap serius, tetapi cara menyampaikannya bisa lebih ringan,” tutur Arwin.

“Sekarang orang bisa scroll dalam hitungan detik. Kalau pesannya terlalu panjang, terlalu kaku, atau tidak relevan, orang bisa langsung lewat. Jadi kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang sederhana itu penting,” ujarnya.

“Gen Z tidak anti dengan politik. Mereka hanya punya cara sendiri dalam menerima informasi. Kalau komunikasinya relevan, mereka bisa sangat responsif,” kata Arwin.

Pada akhirnya, Arwin menilai pendekatan Gibran dapat menjadi salah satu strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau generasi muda, selama tetap disertai substansi dan konsistensi.

“Menurut saya, gaya casual itu hanya pintu masuk. Setelah pintunya terbuka, yang menentukan adalah substansi, konsistensi, dan tindakan nyata. Anak muda sekarang bisa melihat dan menilai lebih jauh,” pungkas Arwin. (cmi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momentum HUT ke-81 RI, Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa Ditantang 'Unjuk Gigi' di Kompetisi Badminton

Momentum HUT ke-81 RI, Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa Ditantang 'Unjuk Gigi' di Kompetisi Badminton

Berbagai kemeriahan bakal dihadirkan kelompok masyarakat dalam momentum HUT ke-81 RI tak terkecuali datang dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik).
Jaga Kualitas Komunikasi, TBIG Sabet Dua Penghargaan

Jaga Kualitas Komunikasi, TBIG Sabet Dua Penghargaan

Ajang 7th PR Popular Awards 2026 berikan dua penghargaan kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menggelar Festival Inspirasi 2026 bertema 'Sustainable Living for All: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan' sekaligus momentum hari jadi ke-12 tahunnya.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

Dugaan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.

Trending

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Senam Bogor Bugar kini banyak diminati karena menggabungkan unsur peregangan, koordinasi gerak, latihan pernapasan, keseimbangan, serta penguatan otot dalam satu rangkaian gerakan.
Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menggelar Festival Inspirasi 2026 bertema 'Sustainable Living for All: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan' sekaligus momentum hari jadi ke-12 tahunnya.
Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara kini berstatus bandar udara internasional.
Selengkapnya

Viral