News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Status Terakhir Siswi SMK yang Tewas Tertemper KRL Jurangmangu: "Bout To Attempt, Sorry If Your Train Got Delayed"

Postingan terakhir siswi SMK berinisial AP sebelum tewas tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu menjadi sorotan. Polisi meminta publik menunggu hasil
Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB
Status Terakhir Siswi SMK yang Tewas Tertemper KRL Jurangmangu Bout To Attempt, Sorry If Your Train Got Delayed
Sumber :
  • Ist

tvOnenews.com - Sebuah unggahan singkat di media sosial mendadak menjadi perhatian publik setelah seorang siswi SMK berinisial AP (16) meninggal dunia usai tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore. 

Kalimat yang diduga ditulis sekitar satu jam sebelum insiden itu kini ramai dibicarakan, meski aparat kepolisian menegaskan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan yang beredar, terdapat kalimat berbahasa Inggris, "Bout to attempt, sorry if your train got delayed", yang kurang lebih bermakna permintaan maaf apabila perjalanan kereta mengalami keterlambatan.

Postingan tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan insiden yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan hubungan langsung antara unggahan media sosial itu dengan peristiwa yang menewaskan siswi kelas X tersebut.

Unggahan Terakhir Muncul Sekitar Satu Jam Sebelum Kejadian

AP diketahui merupakan siswi kelas X di salah satu SMK swasta di Tangerang Selatan. Setelah kabar meninggalnya tersebar, sejumlah akun media sosial yang diduga miliknya menjadi perhatian publik.

Salah satu unggahan disebut dibuat sekitar pukul 15.40 WIB, atau kurang lebih satu jam sebelum insiden di Stasiun Jurangmangu. Dalam unggahan itu terdapat kalimat yang berisi permintaan maaf terkait kemungkinan terganggunya perjalanan kereta.

Sebelumnya, akun yang diduga milik AP juga disebut pernah membagikan konten mengenai rencana hidup di masa mendatang. Dalam sebuah status yang beredar, ia menuliskan dua pilihan yang disebut sebagai "Rencana A" dan "Rencana B".

Seorang siswi SMA kelas 10 tewas usai tertemper commuter line atau kereta api listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8).
Seorang siswi SMA kelas 10 tewas usai tertemper commuter line atau kereta api listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8).
Sumber :
  • Istimewa

Rencana A berisi keinginannya setelah menyelesaikan pendidikan.

"Lulus sekolah menengah atas, menjadi scriptwriter, keluar dari rumah, dan mencari pertolongan yang dibutuhkan."

Sementara "Rencana B" hanya disertai gambar kereta yang sedang melintas.

Unggahan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh konten tersebut benar-benar dibuat oleh korban dan apakah memiliki kaitan langsung dengan insiden di Stasiun Jurangmangu.

Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi

Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.

Polisi telah melakukan identifikasi korban, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.

"Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini," ujar Boy.

Menurutnya, publik diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab korban berada di jalur rel sebelum seluruh bukti dan keterangan diperiksa secara menyeluruh.

Jasad AP telah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, kepolisian belum mengumumkan kesimpulan mengenai penyebab peristiwa tersebut.

Perjalanan KRL Sempat Mengalami Gangguan

Insiden itu juga berdampak pada perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung. KRL Green Line relasi Tanah Abang-Parung Panjang sempat mengalami keterlambatan selama proses penanganan.

Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas kepolisian tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi bersama petugas terkait.

Sekitar pukul 18.30 WIB, proses evakuasi selesai dan korban kemudian dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Pihak keluarga juga telah diberi tahu dan datang ke stasiun.

"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu," ujar Leza.

KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna KRL atas keterlambatan perjalanan selama proses penanganan berlangsung.

"Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami," katanya.

Setelah proses evakuasi selesai, perjalanan KRL kembali dapat melintas di lokasi kejadian secara bertahap. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. 

Unggahan terakhir seseorang tidak selalu dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab sebuah kejadian. Hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan, kronologi dan alasan AP berada di jalur KRL masih menjadi bagian dari proses yang sedang didalami kepolisian. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

PolyPhil, perawatan berbasis polynucleotide dari DNA trout. Kenali cara kerja, potensi manfaat, bukti penelitian, dan keterbatasannya. Sebagai salah satu bahan
Tren Smart Hotel di Asia: Self Check-in, Smart Room hingga Robot Pelayanan, Semua Serba Digital dan Otomatis  

Tren Smart Hotel di Asia: Self Check-in, Smart Room hingga Robot Pelayanan, Semua Serba Digital dan Otomatis  

Perkembangan smart hotel bukan berarti seluruh pekerjaan manusia otomatis digantikan mesin. Sejumlah pengamat industri justru melihat teknologi sebagai
Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Papua Muda Progresif mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait mengambil langkah konkret untuk mengakhiri kekerasan dan memperkuat perlindungan masyarakat sipil di Papua Pegunungan.
Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam jejak Mary Jane Veloso, dari ditangkap membawa 2,6 kg heroin, divonis mati di Indonesia, nyaris dieksekusi pada 2015, hingga mendapat pengampunan mutlak
15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

Berikut 15 daftar pemain drama Korea Flex x Cop 2, ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral