Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU
- Antara
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan bahwa keislaman dan kebangsaan tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan dalam satu orientasi pengabdian kepada masyarakat dan negara. Ali Masykur Musa sendiri memperkokoh sikapnya sejak menjadi Ketua Umum PB PMII pada kurun 1991 - 1994.
Dalam konteks Muktamar NU ke-35, gagasan memperkokoh 'Amanatul Wathaniyah' tersebut memberikan pesan penting tentang arah kepemimpinan organisasi. Siapa pun yang kelak menerima amanah kepemimpinan NU harus mampu menjaga agar NU tetap menjadi kekuatan keumatan sekaligus kekuatan kebangsaan.
NU hadir untuk umat, berkhidmat untuk bangsa, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan negara.
Dari sini, gagasan kepemimpinan NU memasuki wilayah yang lebih luas: menjaga keseimbangan antara identitas keislaman, komitmen kebangsaan, dan tanggung jawab kenegaraan.
Amanatul Wathaniyah, dalam perspektif tersebut, bukan sekadar slogan kebangsaan. Ia menjadi bagian dari ruh perjuangan NU, sebuah kesadaran bahwa ketika Indonesia menghadapi persoalan, NU semestinya hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari solusi, ujarnya (chm)
Load more