Viral Remaja Palangka Raya Pakai Kostum Superman Saat Padamkan Karhutla, Ini Alasannya
- Tangkapan layar radioelshinta
- Tangkapan layar radioelshinta
"Heroes do wear capes (Pahlawan memang pakai jubah)," tulis akun @adisuna.
Komentar lain menyebut Rudiansyah seperti Superman di kehidupan nyata. Namun, ada pula warganet yang mengingatkan agar kostum superhero tidak dianggap sebagai perlindungan dari api.
Di luar perhatian terhadap kostumnya, aksi Rudiansyah memperlihatkan bagaimana masyarakat di daerah rawan karhutla dapat terlibat dalam upaya menghadapi bencana di lingkungannya.
Karhutla Palangka Raya Sempat Bikin Petugas Kewalahan
Kebakaran yang terjadi di kawasan Petuk Katimpun bukan persoalan kecil. Wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang mudah terbakar dan cukup sulit dipadamkan ketika api telah menyebar di bawah permukaan.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan petugas sempat mengalami kesulitan karena titik api berada di kawasan hutan dan jauh dari sumber air.
"Tim sudah melakukan pengecekan lokasi, memastikan jarak kebakaran jauh dari permukiman, 1 km lebih di Jalan Petuk Katimpun, belum ditemukan titik air, sehingga kami sulit melakukan pemadaman awal, akhirnya pakai helikopter water bombing," ujar Balap.
Intensitas kebakaran yang berlangsung sejak Juli 2026 juga membuat petugas dan relawan bekerja dalam kondisi berat. Bahkan, sejumlah personel dilaporkan mengalami gangguan pernapasan setelah berada di sekitar lokasi kebakaran.
"Baru-baru ini ada yang sesak napas saat berjibaku dengan api, dua orang, satunya relawan dan satunya lagi Satpol PP, saat ini kondisinya sudah mulai membaik, gejala awal sesak napas lalu cepat ditangani," ungkap Balap.
Karena itu, aksi Rudiansyah sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi uniknya. Kostum Superman memang membuat kisahnya mudah menarik perhatian, tetapi pesan yang lebih penting justru terletak pada kepedulian terhadap lingkungan.
Pada saat yang sama, keterlibatan remaja dalam pemadaman karhutla tetap harus memperhatikan keselamatan. Kebakaran lahan gambut dapat menghasilkan panas tinggi dan asap berbahaya, sementara kondisi lapangan juga sulit diprediksi.
Rudiansyah mungkin mengenakan jubah seperti superhero. Namun, di dunia nyata, penanganan karhutla tetap membutuhkan petugas terlatih, peralatan memadai, koordinasi, serta kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru. (udn)
Load more