VKTR Dorong Elektrifikasi Kendaraan Komersial sebagai Penggerak Dekarbonisasi Transportasi dan Ketahanan Energi Nasional
- VKTR
tvOnenews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”), pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan elektrifikasi transportasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi VKTR dalam gelaran Indonesia Intelligent Transport Summit 2026 (IITS) yang mengangkat tema "An Economic Leap through Intelligent Transport Decarbonization", di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (20/8).
Dalam gelaran tersebut, VKTR turut berkontribusi sebagai panelis dalam sesi "Transport Decarbonization and Energy Sovereignty: Building a Low-Carbon Mobility Ecosystem for Indonesia", yang diwakili oleh Erika M. Hamizar, selaku Direktur, yang membahas peran elektrifikasi kendaraan komersial dalam menekan konsumsi bahan bakar fosil sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia.
Erika menyampaikan bahwa kendaraan komersial memiliki posisi strategis dalam mendorong pengurangan konsumsi BBM nasional karena tingkat utilisasinya yang tinggi. "Elektrifikasi satu armada bus atau truk dapat menggantikan konsumsi BBM yang sangat besar setiap tahunnya, sehingga manfaat ekonominya juga lebih cepat terlihat. Dalam skala yang lebih luas, elektrifikasi kendaraan komersial dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan permintaan BBM nasional."
IITS sendiri merupakan platform strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, inovator, serta komunitas transportasi untuk mendorong transformasi mobilitas yang lebih cerdas, aman, inklusif, dan berkelanjutan. Mengusung tema “Global-South Mobility Atlas: An Economic Leap through Intelligent Transport Decarbonization,” IITS 2026 menempatkan transformasi transportasi di negara-negara Global South sebagai bagian penting dari agenda pertumbuhan ekonomi sekaligus percepatan dekarbonisasi.
Rangkaian IITS 2026 berlangsung selama dua hari, dengan agenda utama di The Tribrata Hotel, Jakarta, serta kegiatan lanjutan di Cengkareng Heliport, Tangerang. Melalui diskusi kebijakan, sesi industri, kolaborasi strategis, dan showcase teknologi, IITS 2026 mengangkat lima fokus utama, yaitu Green Dividend, Energy Sovereignty, Equitable Transition, Green Investment, dan Intermodal Mobility. Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan dan inovasi industri sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi untuk mempercepat implementasi transportasi rendah karbon di Indonesia dan kawasan Global South.
Untuk itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik perlu dilakukan secara terintegrasi dengan mengikuti alur pembangunan industri yang berkelanjutan, yaitu membangun industri, membangun sumber daya manusia, menciptakan pasar, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing nasional.
"Kita perlu memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik juga menjadi momentum untuk membangun kemampuan industri di dalam negeri. Ketika industri tumbuh, SDM berkembang, pasar terbentuk, dan kemampuan manufaktur semakin kuat, maka elektrifikasi tidak hanya menghasilkan kendaraan yang lebih rendah emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," ujar Erika.
VKTR melihat kendaraan komersial, khususnya bus dan truk, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia. Tingginya utilisasi kendaraan komersial memungkinkan manfaat elektrifikasi, baik dari sisi pengurangan emisi maupun efisiensi operasional, dapat dirasakan secara lebih cepat dan terukur.
Dalam konteks transportasi publik, elektrifikasi armada juga dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan perkotaan sekaligus mendukung transformasi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Sementara pada sektor logistik dan industri, kendaraan komersial listrik berpotensi memberikan efisiensi operasional seiring dengan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap solusi transportasi yang lebih efisien dan rendah emisi.
Presiden ITS Indonesia, William P. Sabandar, menegaskan bahwa IITS 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga ruang untuk membangun ekosistem transportasi masa depan. “Melalui IITS 2026, kami ingin membangun sebuah ekosistem di mana inovasi digital, keselamatan, dan keberlanjutan menjadi pondasi menuju masa depan Net Zero. IITS 2026 juga menjadi platform strategis untuk menunjukkan bagaimana infrastruktur yang cerdas dan hijau dapat mengubah emerging market menjadi pusat pertumbuhan global. Kami mengundang pemerintah, industri, akademisi, masyarakat sipil, media, serta mitra internasional untuk bersama-sama menghadirkan solusi mobilitas yang cerdas, aman, dan berkelanjutan bagi Global South,” tambah William.
Sejalan dengan hal tersebut, VKTR menilai bahwa keberhasilan transisi kendaraan listrik komersial membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, operator transportasi, pelaku industri, serta penyedia ekosistem pendukung. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, regulasi, pembiayaan, sumber daya manusia, hingga ketersediaan produk dan layanan purnajual.
"Elektrifikasi kendaraan komersial membutuhkan ekosistem yang dibangun bersama. Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan yang konsisten dan iklim pasar yang mendorong adopsi EV sekaligus memberikan prioritas bagi produk lokal untuk berkembang. Dengan dukungan operator dan industri dalam membangun utilisasi, kapasitas, dan teknologi, elektrifikasi dapat berjalan lebih cepat, memperkuat industri dalam negeri, menciptakan nilai ekonomi, dan mendorong dekarbonisasi transportasi," tutup Erika.
Melalui partisipasinya dalam IITS 2026, VKTR menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi bagian dari transformasi transportasi Indonesia menuju sistem mobilitas yang lebih rendah emisi, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan industri kendaraan listrik nasional.(chm)
Load more