Pesan Mendalam Kapolda NTT saat Tinjau Pengungsi Gempa M 7,7: Anak Korban Tak Boleh Kehilangan Harapan
- istimewa
Nagekeo, tvOnenews.com - Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko kembali terjun langsung ke titik-titik posko bencana gempa untuk memberikan bantuan hingga meninjau kondisi korban gempa M 7,7 NTT, di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko melontarkan pesan sederhana namun mendalam, "Anak-anak korban bencana tidak boleh kehilangan harapan."
Selain itu, Kapolda NTT bersama rombongan menyempatkan diri turun langsung ke lokasi pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Namun, perhatian Kapolda tidak hanya tertuju pada kebutuhan fisik para pengungsi, melainkan juga pada luka yang tidak terlihat—rasa takut dan trauma yang dirasakan anak-anak setelah mengalami guncangan gempa.
Di tengah tenda dan suasana pengungsian, Tim Psikologi Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, tersenyum dan mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu mengurangi rasa takut serta memulihkan kondisi psikologis mereka.
Bagi sebagian anak, gempa bukan sekadar guncangan tanah. Suara bangunan yang bergetar, kepanikan orang-orang di sekitar, serta pengalaman harus meninggalkan rumah menjadi kenangan yang dapat membekas dalam ingatan.
Karena itu, trauma healing menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Polri hadir bukan hanya membawa bantuan dan memastikan keamanan, tetapi juga berusaha mengembalikan senyum anak-anak yang sempat hilang karena bencana.
Kapolda NTT terlihat memberikan perhatian langsung kepada anak-anak di lokasi pengungsian. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di NTT tersebut memberikan semangat kepada masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.
“Tidak semua luka terlihat. Ada luka yang tersimpan dalam ingatan dan perasaan. Karena itu, pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali keberanian dan rasa aman di hati anak-anak,” ucapnya. (aag)
Load more