Festival Mendongeng Jawa Barat Diikuti 1.120 Peserta, 20 Pendongeng Melaju ke Final
- Istimewa
tvOnenews.com - Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 diikuti 1.120 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tingginya jumlah peserta menjadi gambaran kuatnya minat masyarakat terhadap cerita rakyat dan tradisi lisan di tengah perkembangan budaya digital.
Festival yang memasuki penyelenggaraan ketiga itu digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, 22-23 Agustus 2026. Sebanyak 40 pendongeng dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat lolos seleksi dan mengikuti babak semifinal pada 22 Agustus.
Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini di luar perkiraan panitia.
"Kalau boleh jujur, saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama," ujar Cahaya.
Dari babak semifinal, terpilih 20 pendongeng yang terbagi dalam empat kategori untuk melaju ke final. Mereka membawakan salah satu dari 15 cerita rakyat Jawa Barat yang telah ditentukan panitia.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, menilai kegiatan mendongeng dapat berkontribusi terhadap penguatan literasi sekaligus pelestarian bahasa daerah.
"Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Suara Nusantara yang menjadi mitra strategis dari pemerintah dalam rangka meningkatkan budaya baca, literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Hafidz.
Menurut dia, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan memahami informasi serta bertutur juga menjadi bagian penting dalam pengembangan literasi.
"Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Oleh karena itu, tentu kami sangat mengharapkan kegiatan yang diinisiasi oleh Kak Cahaya dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Dukungan terhadap pelestarian cerita rakyat juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi perlu dibangun sejak usia sekolah.
"Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar," ujar Herman.
Herman menilai storytelling dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun empat kompetensi tersebut sekaligus menanamkan karakter melalui nilai-nilai yang terdapat dalam cerita.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga, mengatakan festival tersebut mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang melalui cerita dan bahasa daerah.
"Festival ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita. Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing," kata Trian.
Pada babak final, kategori Benih Nusantara dimenangi Honesto Dhia Gadi dari SDI Anugerah Insani, Kabupaten Bogor. Posisi kedua ditempati Renjana Salma Azzahra dari SD Labschool Cibubur, Kota Bekasi, sedangkan Navisha Alka Andera dari SDIT Al Yasmin 2, Kota Bogor, menjadi juara ketiga.
Kategori Tunas Nusantara dimenangi Anna Bella Prayfa Christina Surbakti dari SMP Notre Dame Grand Wisata, Kabupaten Bekasi. Sandy Kurniansyah Prakoso dari SMP Citayam Plus, Kabupaten Bogor, menjadi juara kedua dan Tarisa Satriani Nuriljannah dari SMP Negeri 1 Cimahi menjadi juara ketiga.
Pada kategori Kuntum Nusantara, Khanza Febriniasuri dari SMA Negeri 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, keluar sebagai juara pertama. Aqila Adianti Ayu Arimbi dari SMA Negeri 3 Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi juara kedua dan Safa Hafizhah dari SMA Negeri 2 Kabupaten Kuningan meraih juara ketiga.
Adapun kategori Ranting Nusantara dimenangi Erma Heryanti dari kategori umum asal Kabupaten Cirebon. Dede Iya Mahasiswa dari Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, menjadi juara kedua dan Euis Nursolihat dari Universitas Terbuka, Kota Bandung, meraih juara ketiga.
Selain empat kategori utama, panitia memberikan penghargaan khusus Kostum Terbaik kepada Michael Christian Rukmana dari SMP Santo Aloysius 2, Kota Bandung. Sementara Juara Favorit diraih Muhammad Sulthon Auliya dari SDN 050 Cibiru, Kota Bandung.
Festival tersebut juga melibatkan Ayo Dongeng Indonesia sebagai bagian dari dewan juri. Ayo Dongeng Indonesia telah terlibat dalam proses penjurian sejak penyelenggaraan pertama Suara Nusantara.
Load more