Kuala Lumpur Bukan Satu-satunya Tujuan, Ini Destinasi Terbaru Malaysia yang Wajib Dijelajahi!
- tvOnenews/Sumiyati.
Jakarta, tvOnenews.com — Malaysia terus memperkuat daya tarik pariwisatanya pada 2026. Tak hanya mengandalkan Kuala Lumpur, sejumlah agenda wisata dan hiburan hingga destinasi di berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia.
Momentum tersebut turut didukung dengan semakin terbukanya akses penerbangan langsung dari sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya melalui pembukaan rute Lampung-Kuala Lumpur yang mulai beroperasi secara reguler pada 24 Agustus 2026.
PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) mengoperasikan penerbangan perdana Jakarta (CGK)-Lampung (TKG) dan Lampung (TKG)-Kuala Lumpur (KUL). Rute tersebut sekaligus menghidupkan kembali layanan penerbangan internasional reguler dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Lampung.
Group CEO Transnusa, Datuk Bernard Francis, melihat konektivitas tersebut bukan semata sebagai jalur perjalanan dari Lampung ke Malaysia. Menurutnya, perkembangan pariwisata Malaysia pada 2026 menjadi salah satu peluang yang dapat mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dari Lampung dan daerah sekitarnya.
"Kalau di Malaysia tahun ini Visit Malaysia 2026 nanti lanjut ke tahun depan. Mungkin di bawah Tourism Malaysia, mereka membuat banyak rancangan, seperti konser, ada F1. Di Malaysia bulan Oktober, itu F1 baru dipindahkan ke Sepang (Sirkuit Internasional), Kuala Lumpur ada shopping mall, dan ada banyak insentif-insentif untuk penumpang datang ke Malaysia," ujar Bernard di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, agenda wisata Malaysia tidak hanya terpusat di Kuala Lumpur. Wisatawan yang tiba di ibu kota Malaysia juga memiliki pilihan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah menggunakan jaringan transportasi yang tersedia.
"Saya rasa Tourism Malaysia membuat banyak rancangan untuk wisata di Malaysia, bukan hanya di Kuala Lumpur tapi di seluruh Malaysia," katanya.
Konektivitas tersebut dinilai membuka peluang bagi wisatawan Lampung untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai pintu masuk menuju destinasi lain di Malaysia, seperti Penang dan Johor Bahru.
"Mungkin dari Kuala Lumpur dengan Malaysia dengan kereta atau penerbangan aman-aman aja, mau ke Penang, Johor Bahru, mungkin dari flight ini mereka bisa jalan-jalan di Malaysia," tutur Bernard.
Selain pariwisata, sektor kesehatan juga menjadi salah satu alasan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke Malaysia. Bernard menyebut permintaan terhadap medical tourism dari Indonesia masih cukup besar, terutama menuju sejumlah kota yang dikenal memiliki fasilitas kesehatan.
"Medical tourism demand-nya masih tinggi dari Indonesia. Kalau di Penang, Kuala Lumpur, Malaka, Johor Bahru, medical tourism adalah permintaan yang mungkin (jadi nomor) satu atau dua untuk Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan riset Transnusa, masyarakat dari Lampung juga telah melakukan perjalanan ke sejumlah negara untuk mendapatkan layanan medis, termasuk Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur.
"Dalam riset kita, kita juga rasa ada yang dari Lampung ke Singapore, Bangkok, dan juga ke Kuala Lumpur untuk medical. Mungkin dengan ada penerbangan langsung lebih aman dan dekat datang ke sini (Kuala Lumpur). Lagi pun di Malaysia semuanya halal ya," kata Bernard.
Dengan penerbangan langsung setiap hari, masyarakat Lampung kini memiliki alternatif perjalanan menuju Malaysia tanpa harus terlebih dahulu transit di kota lain. Di sisi lain, akses tersebut juga berpotensi membuka peluang bagi wisatawan Malaysia untuk mengenal destinasi-destinasi di Lampung.
Selama ini, wisatawan Malaysia lebih familiar dengan sejumlah destinasi Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Konektivitas langsung Lampung-Kuala Lumpur diharapkan dapat memperluas pilihan tersebut dengan memperkenalkan Lampung sebagai destinasi baru bagi wisatawan dari negara tetangga. (cmi)
Load more