Tak Punya Programmer Bukan Lagi Hambatan, Begini Teknologi Kecerdasan Buatan Mengubah Cara Membuat Software
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkembang jauh melampaui fungsi sebagai alat untuk menghasilkan teks, gambar, atau menjawab pertanyaan. Teknologi ini mulai masuk ke proses kerja yang sebelumnya membutuhkan keahlian teknis khusus, termasuk pengembangan perangkat lunak.
Perubahan tersebut membuat batas antara pengguna dan pembuat teknologi menjadi semakin tipis. Jika sebelumnya seseorang yang memiliki gagasan aplikasi harus bergantung pada programmer atau tim teknologi untuk mewujudkannya, kini sejumlah platform berbasis AI memungkinkan instruksi diberikan menggunakan bahasa sehari-hari.
Sistem kemudian membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi aplikasi atau perangkat lunak.
Fenomena itu muncul ketika Indonesia memasuki fase baru transformasi digital. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pembicaraan mengenai kemandirian tidak lagi hanya berkaitan dengan sektor ekonomi dan industri, tetapi juga kemampuan masyarakat menguasai teknologi.
Pemerintah sendiri tengah membangun kerangka nasional untuk pengembangan dan pemanfaatan AI melalui Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2026–2029 serta regulasi etika AI.
Kementerian Komunikasi dan Digital menilai tantangan Indonesia bukan sekadar meningkatkan jumlah pengguna AI, melainkan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif dan bertanggung jawab.
"Adopsi saja mungkin tidak cukup, memakai AI saja tidak cukup, tapi bagaimana kapabilitas dalam menggunakannya menjadi sangat penting," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.
Dari Pengguna Software Menjadi Pembuat Solusi
Perubahan tersebut juga mulai terlihat dalam dunia usaha. Banyak pelaku bisnis selama ini menggunakan software yang sudah tersedia untuk mengelola penjualan, inventori, keuangan, hingga hubungan dengan pelanggan. Persoalannya, kebutuhan setiap bisnis tidak selalu dapat dipenuhi oleh aplikasi yang sama.
Pengembangan software khusus sebenarnya dapat menjadi solusi, tetapi membutuhkan biaya, waktu, serta sumber daya teknis. Kondisi itu membuat usaha kecil dan sebagian bisnis rintisan harus memilih antara menyesuaikan cara kerja dengan software yang tersedia atau tetap menggunakan proses manual.
AI kemudian membuka kemungkinan baru. Pengguna cukup menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan dan kebutuhan aplikasi yang diinginkan. Teknologi AI selanjutnya dapat membantu menerjemahkan instruksi tersebut ke dalam rancangan dan fungsi perangkat lunak.
Load more