Di Balik Kesibukannya, Syifa Hadju Ternyata Konsisten Jalani Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- Instagram @syifahadju
Jakarta, tvOnenews.com – Gaya hidup ramah lingkungan kini semakin banyak mendapat perhatian, termasuk dari kalangan selebritas. Salah satunya Syifa Hadju yang mengaku mulai membiasakan sejumlah langkah sederhana dalam kesehariannya untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Sebagai figur publik, Syifa membagikan kebiasaan tersebut di tengah kesibukannya menjalani berbagai aktivitas di dunia hiburan.
Menurut Syifa, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari juga dapat memberikan dampak positif.
"Di sela-sela kesibukan yang padat, aku selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai. Selain itu, aku juga mulai mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital misalnya dengan tablet daripada harus di-print tebal-tebal," ujar Syifa Hadju dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/8/2026).
"Untuk urusan pemilihan produk, aku sebisa mungkin selalu pilih produk yang ramah lingkungan, salah satunya Charm yang sudah bertahun-tahun meluncurkan pembalut ramah lingkungan. Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita," tambahnya.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, timbulan sampah nasional pada 2025 tercatat mencapai lebih dari 30 juta ton.
Di tengah kondisi tersebut, penerapan gaya hidup dengan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle, menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Syifa Ajak Anak Muda Mulai dari Kebiasaan Kecil
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari program edukasi menstruasi dan lingkungan School to School Extra Maxi yang digelar sejak April 2026. Program tersebut menyasar lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA di Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, para siswi mendapatkan edukasi mengenai hubungan antara kebiasaan konsumsi sehari-hari dengan kondisi lingkungan. Mereka juga diajak mengenal penerapan prinsip 3R dalam aktivitas sehari-hari.
Pesan mengenai kebiasaan kecil dinilai relevan bagi generasi muda yang semakin dekat dengan isu keberlanjutan. Terlebih, keputusan yang dibuat ketika memilih dan menggunakan produk sehari-hari juga dapat berkaitan dengan dampak lingkungan.
Load more