News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kampus Mulai Serius Ajarkan AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Muda di Dunia Kerja

Kebutuhan talenta digital Indonesia terus meningkat di tengah pesatnya penggunaan AI. Pendidikan Artificial Intelligence di kampus mulai diarahkan
Sabtu, 5 September 2026 - 19:14 WIB
Ilustrasi Kampus Mulai Serius Ajarkan AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Muda di Dunia Kerja
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) perlahan mengubah peta kebutuhan tenaga kerja. Teknologi yang sebelumnya banyak diperkenalkan sebagai alat bantu kini mulai digunakan untuk menganalisis data, menyusun strategi, mengotomatisasi pekerjaan, hingga membantu pengambilan keputusan. 

Perubahan ini membuat perguruan tinggi menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan generasi muda tidak sekadar mengenal AI, tetapi memahami cara menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalannya bukan hanya soal kemampuan teknologi. Indonesia masih menghadapi kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia digital. 

Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan kebutuhan talenta digital nasional mencapai sekitar 12 juta orang pada 2030, sementara masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang harus dipenuhi. Kondisi tersebut membuat pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan ekonomi digital.

Perubahan kebutuhan itu juga terlihat dari cara AI mulai digunakan di tempat kerja. Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 33 persen pekerja di Indonesia telah masuk kategori pengguna AI tingkat lanjut, lebih dari dua kali rata-rata global yang mencapai 16 persen. 

Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI mulai bergerak dari sekadar mencoba berbagai tools menuju pemanfaatan yang lebih strategis dalam pekerjaan.

AI di Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Belajar Teknologi

Perubahan tersebut turut menggeser cara AI perlu diajarkan di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan menjalankan aplikasi berbasis AI. 

Mereka perlu memahami dasar teknologi, membaca data, mengevaluasi keluaran AI, sekaligus mengetahui batasan dan risiko penggunaannya.

Karena itu, sejumlah perguruan tinggi mulai mengembangkan pendidikan AI dengan pendekatan yang lebih multidisiplin. Materinya dapat mencakup matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things, hingga robotics. 

Di luar kemampuan teknis, mahasiswa juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata. Salah satu contoh datang dari Program Artificial Intelligence yang diluncurkan di BINUS @Bekasi pada 5 September 2026. 

Program tersebut menempatkan pembelajaran AI tidak hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemahaman bisnis, serta penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Pengembangan pendidikan AI perlu diarahkan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen universitas untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M..

Meski demikian, tantangan pendidikan AI sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar menambah program studi atau mata kuliah baru. Perubahan teknologi yang cepat membuat pengetahuan yang diperoleh mahasiswa hari ini harus terus diperbarui agar tetap relevan ketika mereka memasuki dunia profesional.

Dunia Kerja Mencari Manusia yang Bisa Mengendalikan AI

Meningkatnya penggunaan AI juga tidak serta-merta berarti seluruh pekerjaan manusia akan digantikan mesin. Justru, kompetensi manusia tertentu menjadi semakin penting ketika teknologi semakin banyak digunakan.

Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 62 persen responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting pada era AI. Sementara itu, 60 persen responden menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Artinya, persoalan baru di dunia kerja bukan hanya bagaimana menghasilkan sesuatu dengan AI, melainkan bagaimana memastikan hasil tersebut benar, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Manusia tetap diperlukan untuk memahami konteks, menguji informasi, menentukan keputusan, serta mempertimbangkan dampak dari penggunaan teknologi.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I.

Perspektif industri juga memperlihatkan kebutuhan yang serupa. Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan kompetensi teknis perlu berjalan bersama kemampuan memahami persoalan bisnis.

“Perkembangan AI membuat kebutuhan industri terhadap talenta juga ikut berubah. Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Adaptasi Jadi Kompetensi yang Tak Kalah Penting

Di tengah perkembangan AI yang sangat cepat, kemampuan belajar dan beradaptasi kemungkinan menjadi salah satu bekal terpenting bagi generasi muda. Teknologi, perangkat, bahkan jenis pekerjaan dapat berubah sebelum seseorang menyelesaikan perjalanan kariernya.

Sanny Jovita, alumni yang saat ini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, melihat kemampuan tersebut sebagai bagian penting dari persiapan memasuki dunia profesional.

“Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di kampus membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi dan menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata akan menjadi bekal yang semakin penting bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di era AI,” ungkap Sanny.

Kampus Mulai Serius Ajarkan AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Muda di Dunia Kerja
Kampus Mulai Serius Ajarkan AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Muda di Dunia Kerja
Sumber :
  • ist

Pada akhirnya, perluasan pendidikan AI tidak semata-mata soal mencetak lebih banyak orang yang mampu menggunakan teknologi. Tantangan yang lebih besar adalah membangun talenta yang memahami dasar teknologi, mampu berpikir kritis, dapat bekerja bersama manusia lain, memahami kebutuhan industri, serta sanggup menilai konsekuensi dari keputusan yang melibatkan AI.

Dengan kebutuhan talenta digital yang diproyeksikan terus meningkat hingga 2030, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mempersempit kesenjangan kompetensi. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak program AI dibuka, melainkan oleh seberapa relevan pembelajarannya dengan persoalan nyata dan seberapa siap lulusannya menghadapi perubahan yang belum tentu dapat diprediksi hari ini. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

An Se-young Tampil Perkasa di French Open 2026, Selangkah Lagi Raih Gelar ke-10

An Se-young Tampil Perkasa di French Open 2026, Selangkah Lagi Raih Gelar ke-10

Ratu bulu tangkis Korea Selatan, An Se-young, melaju ke perempat final French Open 2026 setelah menaklukkan wakil India, Tanvi Sharma dalam dua gim langsung.
Pemerintah Pangkas Jumlah BUMN Secara Drastis, Targetkan Efisiensi Rp50 Triliun

Pemerintah Pangkas Jumlah BUMN Secara Drastis, Targetkan Efisiensi Rp50 Triliun

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Jadwal MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island jadi Medan Pertarungan Jorge Martin vs Marc Marquez

Jadwal MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island jadi Medan Pertarungan Jorge Martin vs Marc Marquez

Jadwal MotoGP Australia 2026 yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Phillip Island dan akan menjadi medan pertarungan antara Jorge Martin vs Marc Marquez.
Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Pemerintah secara tegas menyatakan musuh utama dalam penanganan karhutla bukanlah pihak-pihak, seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga. 
Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann masuk dalam bursa calon pelatih Manchester United di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Michael Carrick akibat rentetan hasil buruk.

Trending

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

Simak 10 teknologi otomotif terbaru 2026, mulai dari inspeksi berbasis AI, mobil listrik, perawatan prediktif, hingga sistem keselamatan pintar. Perkembangan
Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Oknum kepala SMK swasta berinisial W (44) ditangkap setelah diduga menyelewengkan dana bantuan pemerintah untuk Program SMK Pusat Keunggulan senilai Rp125 juta.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Selengkapnya

Viral