Misteri Kematian Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola Masih Periksa CCTV dan Bukti di Lokasi
- instagram stewiecopp
tvOnenews.com - Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, menjadi perhatian setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Peristiwa tersebut kemudian ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar informasi mengenai identitas pria yang disebut-sebut bernama Fajar Sahrudin.
Perhatian publik semakin besar karena sebelum ditemukan meninggal, akun media sosial yang diduga milik Fajar sempat mengunggah sejumlah pesan bernada perpisahan.
Namun, kemunculan unggahan tersebut tidak serta-merta menjelaskan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan GBK. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan kondisi sebenarnya.
Pihak pengelola GBK pun mengambil sikap hati-hati. Alih-alih langsung membenarkan berbagai spekulasi yang beredar, pengelola menyatakan masih berkoordinasi dengan kepolisian dan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV. Sikap tersebut penting karena sejumlah informasi mengenai kasus ini masih berkembang dan belum seluruhnya terkonfirmasi.
Polisi Pastikan Ada Penemuan Jenazah di Kawasan GBK
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pria di kawasan GBK.
“Iya benar,” kata Dhimas saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).
Menurut keterangan kepolisian, pencarian bermula ketika seorang teman korban melihat unggahan di media sosial yang mengindikasikan adanya kondisi darurat. Saksi tersebut kemudian menerima pemberitahuan lokasi dari fitur SOS pada perangkat yang digunakan Fajar.
Pencarian dilakukan bersama petugas keamanan GBK. Saksi awalnya mencoba mencari sendiri, tetapi tidak menemukan keberadaan Fajar. Ia kemudian melaporkan informasi tersebut kepada petugas keamanan.
“Selanjutnya saksi 1 mencoba mencari sendiri, akan tetapi tidak menemukan korban selanjutnya saksi 1 melapor kepada petugas security (saksi 2) yang bertugas di pintu 5 selanjutnya saksi 2 bersama saksi 1 mencari posisi korban sesuai titik terakhir korban (kiriman SOS) di sekitaran GBK namun korban tidak ditemukan,” ujar Dhimas.
Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan petugas keamanan lainnya. Tidak lama berselang, seorang petugas menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia di sekitar Plaza Utara, dekat Pintu 10 GBK.
![]()
“Selanjutnya saksi 2 minta bantuan dan melaporkan atas unggahan tersebut kepada saksi 3 (security) untuk mencari korban, saksi 3 kemudian mencari korban di sekitaran GBK dan tidak lama kemudian saksi 3 menemukan korban tergeletak dengan posisi telentang di dekat pohon di pintu 10 dalam plaza utara,” tambahnya.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat.
Berdasarkan pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Meski demikian, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Pihak GBK Belum Mau Berspekulasi
Di tengah perhatian publik yang semakin besar, pihak pengelola GBK memilih tidak terburu-buru menyimpulkan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
Kadiv Humas dan Administrasi GBK Asep Triyadi mengatakan pihaknya masih menunggu informasi valid dari petugas lapangan dan kepolisian. Ia juga meminta agar berbagai asumsi yang beredar di media sosial tidak langsung dianggap sebagai fakta.
“Kita sendiri belum dapet konfirmasi secara valid dari teman-teman yang di lapangan. Kemudian asumsi-asumsi yang bergerak liar juga saya nggak mau mengikut lah ya. Karena ini kita menghormati penyelidikan dari pihak kepolisian,” ujar Asep saat ditemui tim tvOnenews pada Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pihak GBK masih berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian tersebut.
“Karena semua harus kita kumpulkan dulu bukti-bukti termasuk CCTV dan segala macam. Ini lagi kita kumpulin dulu,” katanya.
Asep juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, pihak pengelola masih menunggu titik terang sebelum menyampaikan keterangan lebih jauh kepada publik.
Sampai saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Jenazah Fajar telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Lampung.(udn)
Load more