Rekam Jejak Phra Wachirayan, Biksu Thailand yang Kini Terseret Kasus Penggelapan Uang dan Skandal Video Seksual
- Tangkapan layar instagram
Karier Phra Wachirayan kemudian terus berkembang. Pada 2021, ia dipercaya menjadi pelaksana tugas kepala biara Wat Phutthaisawan. Setahun kemudian, pada 2022, ia resmi menjadi kepala biara kuil tersebut.
Jenjang status keagamaannya juga meningkat. Pada 28 Juli 2019, ia menerima gelar sebagai Phra Khru Phawanaphattharakhun, dengan posisi sebagai pembantu kepala kuil kerajaan tingkat pertama pada bidang Vipassana.
Kemudian pada 28 Juni 2024, ia memperoleh gelar Phra Wachirayan sebagai พระราชาคณะชั้นสามัญ atau salah satu tingkatan gelar kebiarawanan resmi dalam struktur Sangha Thailand.
Kenaikan tersebut membuat namanya semakin dikenal di luar lingkungan Wat Phutthaisawan. Ia tidak hanya berperan sebagai pemimpin sebuah kuil, tetapi juga memiliki status formal dalam struktur keagamaan Thailand.
Sebelum kasus hukum muncul, sosoknya juga erat dengan dunia benda-benda spiritual atau amulet Thailand. Salah satu yang paling dikenal adalah “เหรียญเหนือดวง” atau “Koin Nuea Duang”, yang juga disebut sebagai “เหรียญยกฐานะ”.
Benda tersebut dibuat pada 2006 untuk memperingati pengangkatan Wat Phutthaisawan menjadi kuil kerajaan.
Sumber-sumber Thailand mencatat bahwa Phra Wachirayan, yang saat itu lebih dikenal sebagai Luang Pho Atichot, terlibat dalam pembuatan dan ritual benda tersebut. Prosesi ritualnya dilakukan pada Agustus 2006 dan melibatkan sejumlah biksu senior.
Dari Tokoh Keagamaan ke Kasus Dana Kuil
Rekam jejak tersebut membuat penangkapan Phra Wachirayan menjadi semakin mencolok. Sosok yang sebelumnya memiliki posisi tinggi dalam struktur Sangha dan dikenal di kalangan pengikutnya kini harus menghadapi penyelidikan pidana.
Polisi Thailand mulai menyelidiki kasus tersebut pada pertengahan Juli 2026 setelah menerima laporan anonim mengenai dugaan penyalahgunaan dana. Dalam penyelidikan, aparat menemukan dua aliran dana yang disebut tidak masuk ke rekening resmi kuil.
Aliran pertama berkaitan dengan donasi sekitar 89 juta baht untuk renovasi kuil. Aliran kedua mencapai sekitar 2,8 juta baht dan berkaitan dengan pembayaran benda-benda spiritual atau benda keagamaan. Totalnya lebih dari 92 juta baht.
“Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil -- tidak satu Baht pun,” kata penyidik utama Pattanasak Bupphasuwan, seperti dilaporkan media yang mengutip penyelidikan polisi.
Load more