Bursa Wirausaha Unggulan, Salah Satu Cara Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel
- Antara
Sementara di Sulawesi Selatan, penyaluran KUR mencapai Rp12,53 triliun kepada 189 ribu UMKM dengan porsi sektor produksi sebesar 73 persen. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pembiayaan yang perlu diikuti dengan pendampingan serta peningkatan kapasitas usaha agar pembiayaan memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan bisnis.
Penyelenggaraan BWU di Universitas Hasanuddin sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai bagian penting dari ekosistem kewirausahaan. Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara riset, inovasi, talenta mahasiswa, hasil pengembangan teknologi, dan kebutuhan dunia usaha.
“Kami mendorong kampus sebagai pusat akademik untuk menghasilkan wirausaha hebat Tanah Air dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha,” kata Maman.
Penguatan ekosistem tersebut turut didukung sejumlah lembaga inkubator di Sulawesi Selatan, antara lain Direktorat Hilirisasi, Komersialisasi, dan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Inkubator UMKM Kota Makassar, Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Kalla Institute, Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta Inbistek UNDIPA Makassar.
Melalui BWU Sulawesi Selatan 2026, Kementerian UMKM berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang terhubung dari hulu hingga hilir sehingga wirausaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan, penguatan kapasitas, kemitraan, dan akses pasar.
“Wirausaha harus kita dorong menjadi pengusaha yang siap bersaing di pasar sehingga akhirnya menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tegas Maman.
Manfaat penguatan ekosistem tersebut turut dirasakan sejumlah pemilik usaha yang mengikuti BWU Sulawesi Selatan 2026.
CEO PT Kalosi Alam Lestari, Ade Pratama, yang mengembangkan alternatif styrofoam berbahan limbah pertanian, mengatakan BWU membuka kesempatan bagi usaha rintisan untuk memperluas akses kemitraan melalui business pitching dengan calon investor.
“Saya bersyukur UMKM rintisan seperti kami bisa dihadirkan sehingga bisa memperkenalkan produk ke investor untuk menambah value produknya,” kata Ade.
Sementara itu, pendiri Zaini Hijab Makassar, A. Tiara Purnama Pertiwi, mengatakan fasilitasi KUR membantunya memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha hijab dan kain tenun.
“Lewat KUR ini, usaha saya semakin lancar dan modal bertambah sehingga produk kami bisa semakin dikenal di Sulawesi Selatan bahkan menembus pasar internasional,” ujar Tiara.(chm)
Load more