Kemendikdasmen Bocorkan soal Progam Adem Wujudkan Pendidikan Merata di Indonesia
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) menyatakan program afirmasi pendidikan menengah atau Adem bertujuan untuk mewujudkan pendidikan merata di Indonesia.
Delegasi Puslapdik Kemendikdasmen RI Setyo Utomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jayapura, Senin, mengatakan program Adem memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu dan berada di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan dan terluar untuk memperoleh pendidikan yang baik.
“Melalui program Adem ini, sebanyak 57 anak-anak asli Papua Pegunungan telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali sejak 2023-2026. Dan program tersebut berlanjut di tahun ini dengan jumlah siswa sebanyak 100 orang dengan lokasi pendidikan Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.
Menurut dia, 57 siswa asli Papua Pegunungan yang memperoleh program atau beasiswa Adem tersebar di tiga daerah yakni Jawa Timur 26 orang, Jawa Tengah 13 orang dan Bali 18 orang.
“Kami tentu sangat berharap setelah menyelesaikan program studi di Pulau Jawa dan Bali, karakter, kedisiplinan dan wawasan berpikir bertambah baik dan menjadi generasi pembawa perubahan di wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan 57 anak-anak ini merupakan potensi luar biasa bagi wilayah Papua Pegunungan, khususnya bagi delapan kabupaten yakni Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, Tolikara, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Yalimo dan Mamberamo Tengah.
“Kami sangat berharap 57 anak-anak ini menjadi contoh bagi anak-anak lainnya di Papua Pegunungan, supaya dapat mengikuti jejak yang sama sehingga mereka menjadi generasi masa depan di Papua Pegunungan,” katanya.
Dia berharap anak-anak yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar Papua supaya mendapatkan dukungan terutama dari keluarga.
“Kami berharap orang tua juga harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya yang memperoleh kesempatan sekolah di luar Papua. Mereka sekolah di luar Papua supaya mereka memiliki karakter, kepribadian, semangat dan pola pikir itu berubah untuk dapat memacu potensi yang ada dalam diri supaya lebih berkembang lagi,” ujarnya. (ant/aag)
Load more