News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa Sistem Pendingin Ruangan Gedung Tak Bisa Dipilih Sembarangan? Ini Kaitannya dengan Efisiensi Energi

Efisiensi energi gedung menjadi sorotan dalam upaya menekan emisi. Simak peran teknologi tata udara, kebijakan negara maju, dan sertifikasi bangunan hijau.
Kamis, 24 September 2026 - 23:27 WIB
Ilustrasi Mengapa Sistem Pendingin Ruangan Gedung Tak Bisa Dipilih Sembarangan? Ini Kaitannya dengan Efisiensi Energi
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Pendingin ruangan membuat aktivitas di kantor, hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung komersial tetap nyaman. Namun, di balik kenyamanan tersebut, sistem pendingin dan tata udara juga membutuhkan energi untuk beroperasi. 

Ketika kebutuhan pendinginan meningkat, pengelolaan energi bangunan menjadi persoalan penting, terutama bagi pengelola gedung yang ingin menekan biaya operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tantangan ini tidak hanya dihadapi Indonesia. International Energy Agency (IEA) mencatat bangunan menyumbang sekitar 30% permintaan energi global pada 2024. Angka tersebut mencakup bangunan tempat tinggal serta bangunan komersial dan publik. Artinya, peningkatan efisiensi gedung dapat menjadi bagian penting dari upaya mengendalikan konsumsi energi.

Sejumlah negara maju telah memasukkan efisiensi energi bangunan ke dalam kebijakan jangka panjang. Uni Eropa, misalnya, menerapkan pembaruan aturan kinerja energi bangunan dengan sasaran menuju bangunan tanpa emisi pada 2050. 

Komisi Eropa menyebut bangunan menyumbang sekitar 40% konsumsi energi dan 36% emisi gas rumah kaca terkait energi di kawasan tersebut. Sementara itu, di Amerika Serikat, sistem pemanas, pendingin, dan ventilasi diperkirakan menggunakan sekitar 40% energi pada bangunan komersial. 

Data ini memperlihatkan bahwa pemilihan teknologi dan pengelolaan operasional gedung bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan juga bagian dari strategi efisiensi energi.

Efisiensi Bangunan Dimulai dari Sistem yang Tepat

Kinerja energi sebuah gedung dipengaruhi banyak faktor, mulai dari desain arsitektur, pencahayaan, ventilasi, kualitas insulasi, hingga peralatan yang digunakan sehari-hari. Karena itu, upaya menghemat energi tidak cukup hanya dengan mengganti perangkat ke model yang lebih baru. 

Pengelola perlu memahami kebutuhan bangunan, pola penggunaan ruangan, serta bagaimana sistem-sistem di dalamnya bekerja secara terpadu.

Sistem HVAC—singkatan dari heating, ventilation, and air conditioning—menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Sistem ini mengatur suhu, sirkulasi udara, dan kenyamanan termal penghuni. Pada gedung komersial, kebutuhan pendinginan dapat berbeda antara ruang rapat, lobi, area kerja, dan ruang yang jarang digunakan. 

Mengoperasikan pendingin pada kapasitas yang sama sepanjang waktu berpotensi membuat energi terpakai tidak sesuai kebutuhan aktual. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam sistem tata udara modern adalah menyesuaikan kapasitas pendinginan dengan beban di setiap area. 

Teknologi seperti ini dapat membantu mengoptimalkan konsumsi energi, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada desain sistem, kondisi bangunan, pengaturan suhu, pemeliharaan, dan kebiasaan pengguna.

Pengelola gedung juga perlu memperhatikan biaya sepanjang masa penggunaan perangkat, bukan hanya harga pembelian awal. Sistem yang dirancang sesuai kebutuhan dan dirawat dengan baik berpeluang mendukung operasional yang lebih efisien dalam jangka panjang. 

Dengan demikian, efisiensi perlu dinilai melalui kinerja aktual, konsumsi energi, kenyamanan pengguna, dan biaya pemeliharaan.

Negara Maju Perkuat Standar dan Pengelolaan Energi Bangunan

Pengalaman negara maju menunjukkan bahwa efisiensi energi membutuhkan kombinasi teknologi, standar, dan perubahan cara mengelola bangunan. Uni Eropa memperbarui Energy Performance of Buildings Directive untuk mendorong peningkatan kinerja energi bangunan, renovasi gedung yang kurang efisien, serta transisi menuju bangunan tanpa emisi. 

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa pembenahan bangunan lama sama pentingnya dengan menerapkan standar yang lebih baik pada bangunan baru.

Di Amerika Serikat, program Better Buildings dari Departemen Energi mendorong pelaku industri dan pengelola fasilitas menerapkan strategi penghematan energi, termasuk melalui perbaikan sistem pengondisian udara. 

Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi yang efisien perlu diikuti pengukuran dan evaluasi operasional agar potensi penghematan dapat diketahui.

Bagi Indonesia, pelajaran pentingnya adalah mengintegrasikan efisiensi sejak tahap perencanaan, pemilihan peralatan, hingga pengoperasian gedung. 

Sistem pendingin yang tepat dapat menjadi salah satu komponen, tetapi bukan satu-satunya solusi. Pengaturan suhu yang wajar, perawatan berkala, pemantauan penggunaan listrik, serta desain bangunan yang mempertimbangkan iklim setempat juga diperlukan.

Berdasarkan roadmap pengembangan bangunan hijau pemerintah yang dirujuk dalam materi terkait, sektor bangunan menyumbang sekitar 33% emisi gas rumah kaca Indonesia pada periode 2011–2021. 

Pemerintah juga menargetkan pengurangan emisi sebesar 1,91 juta ton CO₂e dari subsektor bangunan komersial melalui berbagai langkah efisiensi energi hingga 2030. Target ini menempatkan pengelolaan energi gedung sebagai salah satu bagian dari agenda pengurangan emisi nasional.

Sertifikasi Produk Menjadi Referensi, Bukan Satu-satunya Ukuran

Di Indonesia, penerapan prinsip bangunan berkelanjutan turut mendorong perhatian terhadap pemilihan sistem tata udara. Sertifikasi lingkungan dapat membantu pemilik dan pengelola gedung mengenali aspek yang dinilai pada suatu produk, tetapi penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi proyek.

“Penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk dalam pemilihan sistem tata udara yang dapat mendukung efisiensi energi dan kinerja bangunan,” ujar Meli Nuraeni, Assistant General Manager Consulting Sales PT Daikin Airconditioning Indonesia.

Sosialisasi produk tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberikan wawasan tentang pemilihan sistem tata udara berdasarkan kebutuhan bangunan dan prinsip keberlanjutan. 

Melalui seminar di berbagai kota, perusahaan mengajak konsultan, kontraktor, pengembang, pemilik, serta pengelola gedung membahas kebutuhan pendinginan, efisiensi energi, fleksibilitas desain, dan aspek operasional. Setiap bangunan memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihan sistem perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik proyek.

Dalam materi yang disampaikan, Daikin menyebut sistem VRV 6X dan VRV 6A telah memperoleh predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI), tingkat tertinggi dalam skema Green Label Indonesia. 

Keduanya juga disebut sebagai produk AC VRV pertama yang meraih sertifikasi tersebut, dengan penilaian yang mencakup material, kualitas produk, proses manufaktur, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta Extended Producer Responsibility (EPR).

“Sertifikasi menjadi salah satu referensi yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan aspek lingkungan suatu produk. Di sisi lain, edukasi diperlukan agar pemahaman mengenai penerapannya dalam proyek dapat semakin berkembang,” kata Meli.

“Perkembangan bangunan hijau membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperluas pemahaman mengenai peran sistem tata udara dalam mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan di Indonesia,” tambahnya.

Mengapa Sistem Pendingin Ruangan Gedung Tak Bisa Dipilih Sembarangan Ini Kaitannya dengan Efisiensi Energi
Mengapa Sistem Pendingin Ruangan Gedung Tak Bisa Dipilih Sembarangan Ini Kaitannya dengan Efisiensi Energi
Sumber :
  • ist

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, inti persoalannya bukan semata-mata memilih merek atau perangkat pendingin tertentu. Efisiensi energi gedung membutuhkan keputusan yang didasarkan pada kebutuhan bangunan, kinerja sistem, pemeliharaan, dan pemantauan konsumsi energi. 

Sertifikasi dapat menjadi salah satu referensi dalam proses tersebut, sementara dampak lingkungan yang sesungguhnya perlu dilihat dari penerapan dan kinerja operasional bangunan secara menyeluruh. VRV 6X dan VRV 6A menjadi salah satu contoh produk yang memperoleh sertifikasi lingkungan, sekaligus mengangkat kembali pentingnya memilih sistem tata udara sebagai bagian dari strategi bangunan berkelanjutan. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral