Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
"Kami sangat antusias dapat bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sektor-sektor mutakhir dan strategis seperti AI dan pertahanan," ujar Guy Bonassi, Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group.
- Ist
Pengalaman hampir 50 tahun akan menjadi bagian dari kontribusi teknologi dalam kerja sama tersebut. Di luar pernyataan para pihak, ukuran keberhasilan kerja sama semacam ini pada akhirnya akan bergantung pada hasil konkretnya: seberapa jauh investasi menghasilkan kemampuan produksi di dalam negeri, transfer pengetahuan, pengembangan tenaga ahli, riset lokal, serta infrastruktur digital yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah keamanan. Semakin banyak sistem strategis bergantung pada data dan konektivitas digital, semakin besar pula kebutuhan untuk melindungi infrastruktur tersebut dari serangan siber.
Karena itu, AI, pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber kini tidak berdiri sebagai empat bidang yang terpisah. Keempatnya mulai membentuk satu ekosistem yang menentukan kemampuan negara dalam berinovasi, menjaga infrastruktur kritis, dan mempertahankan daya saing ekonominya.
Bagi Indonesia, kerja sama terbaru ini menjadi salah satu langkah penjajakan. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan teknologi yang masuk tidak berhenti sebagai pembelian solusi, tetapi berkembang menjadi kemampuan industri dan sumber daya manusia yang semakin kuat di dalam negeri. (udn)
Load more