Arus Peti Kemas Naik 8,37 Persen, Aktivitas Logistik Tembus 2,5 Juta TEUs hingga Agustus 2026
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Pergerakan barang melalui pelabuhan menjadi salah satu gambaran penting aktivitas perdagangan dan logistik. Ketika volume peti kemas meningkat, semakin banyak barang yang masuk, keluar, atau berpindah melalui jaringan distribusi.
Data hingga Agustus 2026 menunjukkan aktivitas tersebut masih bergerak positif. Volume peti kemas sepanjang Januari hingga Agustus tercatat menembus 2,5 juta TEUs, tumbuh 8,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan juga terlihat pada aktivitas bulanan. Pada Agustus 2026, volume mencapai 339.359 TEUs atau meningkat 10,3 persen dibandingkan Agustus tahun lalu yang berada di angka 307.559 TEUs. Pergerakan ini menunjukkan arus barang melalui sejumlah terminal masih mengalami peningkatan memasuki paruh kedua tahun.
Apa Arti Kenaikan Arus Peti Kemas?
Dalam industri kepelabuhanan, volume peti kemas umumnya dihitung menggunakan satuan TEUs atau Twenty-foot Equivalent Units. Satu TEU setara dengan kapasitas peti kemas standar sepanjang 20 kaki.
Karena itu, angka jutaan TEUs tidak secara langsung menunjukkan jumlah fisik peti kemas yang seluruhnya berukuran sama. Satuan tersebut digunakan untuk menyeragamkan pengukuran berbagai ukuran kontainer sekaligus memberikan gambaran mengenai besarnya aktivitas bongkar muat di terminal.
Pertumbuhan volume juga tidak terjadi dengan tingkat yang sama di setiap wilayah. Teluk Bayur mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 14,6 persen, disusul Tanjung Priok 13,2 persen dan Panjang 10,9 persen. Sementara itu, Pontianak tumbuh 4,2 persen.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan arus peti kemas tersebar di sejumlah titik dengan karakteristik pertumbuhan masing-masing. Tanjung Priok, sebagai salah satu pusat utama aktivitas peti kemas, mencatat pertumbuhan dua digit, sementara beberapa wilayah lain mengalami kenaikan lebih moderat.
Bagi rantai logistik, perubahan volume semacam ini penting karena pelabuhan merupakan salah satu titik penghubung antara aktivitas perdagangan, distribusi, dan transportasi. Semakin besar arus barang yang ditangani, semakin besar pula kebutuhan terhadap kapasitas terminal dan efisiensi operasional.
Efisiensi Bongkar Muat Jadi Faktor Penting
Pertumbuhan volume tidak hanya bergantung pada banyaknya barang yang masuk dan keluar pelabuhan. Kemampuan terminal dalam menangani kapal dan peti kemas juga menentukan kelancaran arus logistik.
Load more