News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Menag Sebut Ponpes Gontor Muliakan Presiden Prabowo

Eks Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meluruskan narasi yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70–73 dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan teguran khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Selasa, 29 September 2026 - 13:39 WIB
Eks Menteri Agama, Lukman Hakim.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnemews.com - Eks Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meluruskan narasi yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70–73 dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan teguran khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.

Alumnus Gontor tahun 1983 itu menegaskan, ayat tersebut ditujukan kepada seluruh peserta yang hadir dalam momentum satu abad Gontor, bukan secara khusus kepada Presiden. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Lukman, pesan tentang amanah yang terkandung di dalamnya bersifat umum dan relevan bagi para alumni Gontor yang mengemban berbagai tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Kalau dikaitkan dengan pilihan ayat Al-Qur’an yang dibacakan, apakah itu secara khusus ditujukan kepada Pak Prabowo? Tentu tidak. Karena itu berlaku, ditujukan bagi kita semua yang hadir di situ,” kata Lukman, Selasa (29/9/2026).

Lukman menjelaskan, acara tersebut merupakan reuni akbar yang mempertemukan berbagai generasi alumni Gontor, mulai angkatan 1950-an hingga 2000-an. Karena itu, menurut dia, pembacaan ayat mengenai amanah harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

“Jadi pilihan ayat itu, tiga ayat itu, Al-Ahzab 70, 71, 72, 73, adalah mengingatkan kita semua. Jadi semua kita yang hadir itu, dan ayat itu berlaku umum, berlaku kepada semua kita bahwa tanggung jawab itu harus diemban dengan sebaik-baiknya, kepercayaan itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” jelas Lukman.

Lukman mengatakan konteks lain yang perlu diperhatikan ialah bagaimana Gontor menerima Presiden selama kunjungan tersebut. Menurut dia, rangkaian penyambutan justru menunjukkan penghormatan kepada Prabowo sebagai Kepala Negara.

“Gontor itu sangat menghormati Bapak Presiden. Bahkan ekspresi disampaikan oleh Kiai Hasan Abdullah Sahal. Semua Presiden itu diundang secara terhormat oleh Gontor,” ujar Lukman.

Ia mencontohkan penyambutan yang diberikan kepada Prabowo sejak memasuki lingkungan pondok. Ribuan santri turut menyambut kedatangan Presiden dalam momentum satu abad Gontor tersebut.

“Lihat saja penyambutan Presiden itu. Penyambutan dari sisi protokoler ke Gontor, yaitu protokoler nomor satu, yang tertinggi. Disambut sejak masuk ke jalan wilayah Gontor oleh santri-santri yang berbaris. Tidak semua orang disambut seperti itu, hanya Presiden yang disambut seperti itu,” katanya.

Karena itu, menurut Lukman, tidak tepat apabila pembacaan Al-Ahzab kemudian dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Gontor sedang menunjukkan sikap tidak hormat kepada Presiden.

“Jadi kalau dikatakan Gontor tidak menghormati Presiden, tidak benar. Presiden dimuliakan, bahkan Pak Kiai meminta Presiden lebih lama makan siang di sana dan seterusnya,” ungkapnya.

Lukman juga menyebut permintaan Presiden untuk berbicara secara tertutup diterima oleh pimpinan Gontor dan dilanjutkan dengan pertemuan terbatas seusai acara.

“Jadi tidak benar dengan pilihan ayat itu Gontor lalu kemudian seakan-akan ingin tidak menghormati Presiden, tidak. Bagaimanapun, Gontor sadar betul bahwa Presiden Indonesia adalah Presiden kita semua yang harus dihormati keberadaannya,” tegas Lukman.

Penghormatan tersebut juga terlihat ketika pimpinan PMDG menyerahkan Mushaf Al-Qur’an Gontor dan buku Gontor untuk Indonesia kepada Presiden. Catatan resmi Gontor menyebut keduanya diserahkan pada puncak resepsi satu abad pondok.

Lukman mengingatkan bahwa sebuah peristiwa memang terbuka untuk ditafsirkan dari berbagai perspektif. Namun, interpretasi publik tidak dengan sendirinya dapat diposisikan sebagai maksud ataupun sikap resmi Gontor.

“Jadi tafsir itu memang bisa macam-macam. Kita serahkan saja kepada publik, kepada para pihak, untuk kemudian menafsiri sendiri hal-hal seperti itu, punya makna atau punya kesan seperti apa,” tuturnya.

Ia mencontohkan penyerahan Mushaf Al-Qur’an kepada Presiden. Menurut Lukman, tindakan yang sama dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda bergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya.

“Jarang sekali, bahkan nyaris tidak ada tamu yang datang ke Gontor itu dihadiahi Al-Qur’an. Berarti Pak Presiden itu sungguh dimuliakan sekali oleh Gontor, secara khusus dihadiahi mushaf Al-Qur’an yang itu terbitan khusus Gontor yang sebelumnya belum pernah ada orang mendapatkan hadiah seperti itu. Ini kehormatan luar biasa,” jelasnya.

Lebih jauh, Lukman meminta publik memperhatikan pernyataan pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengenai hubungan pondok dengan Presiden. Pernyataan tersebut, menurut dia, penting untuk memahami konteks acara secara utuh.

“Jadi yang harus digarisbawahi, Kiai Gontor itu Kiai Hasan Abdullah Sahal itu eksplisit mengatakan bahwa Gontor selalu senantiasa berhusnuzon kepada Presiden,” kata Lukman.

“Berhusnuzon itu artinya berbaik sangka, positive thinking terhadap Presiden, selama Presiden juga berbaik sangka kepada Gontor. Itu artinya apa? Artinya secara eksplisit dinyatakan tidak ada kebencian, tidak ada permusuhan, tidak ada ketidaksukaan,” tambahnya.

Bahkan apabila terdapat masukan atau kritik dari Gontor kepada pemerintah, Lukman menilai hal itu tidak semestinya serta-merta dibaca sebagai bentuk permusuhan terhadap Presiden.

“Justru andai pun ada masukan, katakanlah ada kritik, itu bentuk cintanya Gontor kepada Presiden, wujud kasih sayangnya, wujud cintanya, bentuk kepedulian Gontor terhadap Presiden. Jadi selalu positif maknanya,” pungkas Lukman.(raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer AC Milan: Tambal Lini Belakang, Rossoneri Bersaing dengan Aston Villa dan Tottenham untuk Kim Min-Jae

Bursa Transfer AC Milan: Tambal Lini Belakang, Rossoneri Bersaing dengan Aston Villa dan Tottenham untuk Kim Min-Jae

AC Milan terus mencari bek tengah baru untuk memperkuat lini pertahanan. Kim Min-Jae menjadi salah satu nama yang kini masuk radar Rossoneri.
BREAKING
NEWS
Ini Alasan Masinis Argo Bromo Jadi Tersangka, Pengereman Darurat Dinilai Terlambat

Ini Alasan Masinis Argo Bromo Jadi Tersangka, Pengereman Darurat Dinilai Terlambat

Masinis Argo Bromo AN jadi tersangka karena pengereman darurat dinilai seharusnya dilakukan lebih jauh dari 263 meter titik tumburan.
Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak Filipina, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak Filipina, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO

Komnas HAM apresiasi pengampunan mutlak Filipina untuk Mary Jane Veloso dan mendorong penguatan perlindungan korban TPPO serta HAM.
13 Hari Menanti, Surono Korban KM Virgo Transport 8 Akhirnya Ditemukan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman Jombang

13 Hari Menanti, Surono Korban KM Virgo Transport 8 Akhirnya Ditemukan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman Jombang

Penantian panjang keluarga Surono (37), korban KM Virgo yang merupakan warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya berujung kepastian.
Kata Pelatih Ganda Campuran Usai Amri/Nita Sukses Bawa Pulang Medali Perak Asian Games 2026: Targetnya Memang Medali

Kata Pelatih Ganda Campuran Usai Amri/Nita Sukses Bawa Pulang Medali Perak Asian Games 2026: Targetnya Memang Medali

Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali pada gelaran Asian games 2026 ini lewat cabang olahraga bulu tangkis nomor perorangan di sektor ganda campuran.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi!

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi!

Polda Metro menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral