VKTR Kantongi Pernyataan Efektif PMHMETD I, Targetkan Dana hingga Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekosistem EV
- VKTR
Secara keseluruhan, BCI dan BIS akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk sebanyak 11.339.368.006 (sebelas miliar tiga ratus tiga puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh delapan ribu enam) saham dengan nilai hingga Rp2.267.873.601.200 (dua triliun dua ratus enam puluh tujuh miliar delapan ratus tujuh puluh tiga juta enam ratus satu ribu dua ratus Rupiah).
Dari jumlah tersebut, BCI akan mengambil sebanyak-banyaknya 3.089.368.006 006 (tiga miliar delapan puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh delapan ribu enam) saham atau senilai hingga Rp617.873.601.200 (enam ratus tujuh belas miliar delapan ratus tujuh puluh tiga juta enam ratus satu ribu dua ratus Rupiah), sedangkan BIS akan mengambil sebanyak-banyaknya 8.250.000.000 (delapan miliar dua ratus lima puluh juta) saham atau senilai hingga Rp1.650.000.000.000 (satu triliun enam ratus lima puluh miliar Rupiah).
Struktur tersebut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PMHMETD I sekaligus memberikan kepastian atas terserapnya sisa saham baru yang ditawarkan, sehingga PMHMETD I dapat memenuhi kebutuhan dana VKTR yang akan diperoleh dari PMHMETD I dengan tunduk pada ketentuan yang tercantum dalam Prospektus. Dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham VKTR yang tidak melaksanakan HMETD yang menjadi haknya akan mengalami dilusi kepemilikan saham dalam VKTR sampai dengan 25,53% setelah pelaksanaan PMHMETD I.
Memperkuat Akses terhadap Kendaraan Listrik Komersial
Dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas VKTR dalam merespon pertumbuhan permintaan kendaraan listrik komersial sekaligus memperluas akses operator dan pelaku usaha terhadap solusi elektrifikasi. Sekitar 66,86% dari dana bersih akan disalurkan melalui setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (“SEI”) untuk mendukung pembelian kendaraan listrik dari VKTR yang diperkirakan berlangsung pada 2026–2027.
Sementara itu, sisa dana PMHMETD I akan digunakan sebagai modal kerja VKTR, termasuk untuk kebutuhan operasional dan pengadaan persediaan kendaraan listrik, yang mencakup bus listrik, truk listrik, transporter listrik, dan forklift listrik, serta biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan pembelian persediaan tersebut. Lebih dari sekadar memperkuat kapasitas pasokan, langkah ini menjadi kelanjutan dari perjalanan VKTR dalam membangun ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia. Setelah memperkuat fondasi melalui pembangunan kapasitas manufaktur di dalam negeri dan mendukung solusi mobilitas yang lebih hijau, VKTR kini melanjutkan komitmen tersebut melalui pengembangan Electric Mobilityas-a-Service (e-MaaS) oleh SEI untuk menjawab tantangan adopsi kendaraan listrik komersial.
Load more