News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Kesaktian Pancasila, Ray Rangkuti Singgung Korupsi hingga Penangkapan yang Sembrono: ‘Kita Senang dengan Slogan’

Ray Rangkuti menyoroti Hari Kesaktian Pancasila dan mengkritik penggunaan slogan tanpa penerapan nyata, dari persoalan korupsi, HAM, penangkapan, demokrasi
Rabu, 30 September 2026 - 17:30 WIB
Ilustrasi Hari Kesaktian Pancasila, Ray Rangkuti Singgung Korupsi hingga Penangkapan yang Sembrono ‘Kita Senang dengan Slogan’
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali melihat sejauh mana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, bagi Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti, peringatan tersebut jangan berhenti pada seremoni dan slogan.

Ray justru menyoroti jarak antara jargon tentang Pancasila dengan berbagai persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat. Ia menyinggung korupsi pejabat, penghormatan terhadap kemanusiaan, penangkapan warga, demokrasi, hingga keadilan sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita ini apa, bangsa yang sangat senang dengan slogan-slogan, ya. ‘NKRI harga mati’, ‘Pancasila sakti’, macam-macam lah,” kata Ray pada tim tvOnenews.com, Rabu (30/09/26).

Menurutnya, nilai Pancasila seharusnya dapat dilihat melalui tindakan nyata. Ia kemudian mengaitkan sejumlah persoalan tersebut dengan sila-sila Pancasila.

Ray Rangkuti Pertanyakan Sila Ketuhanan dan Korupsi Pejabat

Ray mengawali kritiknya dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ia mempertanyakan mengapa nilai tersebut belum cukup tercermin dalam perilaku sebagian pejabat, terutama ketika masih ditemukan kasus korupsi.

“Misalnya ya, bunyi pertama soal Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengapa bunyi pasal ini enggak menghentikan para pejabat untuk tidak korupsi?” ujar Ray.

Bagi Ray, nilai Ketuhanan tidak semestinya berhenti sebagai prinsip yang dibacakan dalam berbagai seremoni. Nilai tersebut, menurutnya, perlu tercermin dalam perilaku penyelenggara negara.

Dari persoalan korupsi, Ray kemudian mengarah pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ia mempertanyakan apakah prinsip tersebut sudah benar-benar tercermin dalam cara negara memperlakukan masyarakat.

“Pasal kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Apa benar bahwa negara kita berada dalam posisi yang benar-benar menghormati kemanusiaan manusia?” katanya.

Ray lalu menyinggung penangkapan warga dalam sejumlah aksi demonstrasi.

“Sekarang kalau kita lihat penangkapan demi penangkapan dilakukan, hanya karena alasan mereka dianggap melakukan kek... apa, mengganggu ketertiban umum misalnya ya,” ujar Ray.

Ia merujuk pada peristiwa Agustus 2025 dan Agustus 2026. Menurut Ray, ribuan orang ditangkap pada Agustus 2025, sedangkan pada Agustus 2026 terdapat ratusan orang yang diamankan dan kemudian sebagian dilepaskan.

Soroti Penangkapan Warga dan Persoalan HAM

Catatan mengenai penanganan demonstrasi pada Agustus 2026 datang dari sejumlah pihak dengan angka yang berbeda. Polda Metro Jaya menyebut 322 orang diamankan terkait kerusuhan setelah aksi 27 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, polisi menyatakan sebagian telah dipulangkan dan sebagian lainnya diproses sebagai tersangka.

Sementara itu, kelompok masyarakat sipil mencatat angka yang berbeda. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), misalnya, menyebut 387 orang ditangkap dalam rangkaian aksi tersebut. Amnesty International Indonesia juga menyoroti dugaan penangkapan secara acak dan sewenang-wenang. Perbedaan data ini menunjukkan bahwa angka dan penilaian mengenai penanganan aksi berasal dari sumber yang berbeda.

Dalam konteks pernyataan Ray, persoalan utamanya adalah bagaimana tindakan aparat tetap memperhatikan prinsip penghormatan terhadap kemanusiaan.

“Artinya ada penangkapan yang sembrono. Dan itu sebetulnya ya mengganggu ya, pasal ayat kedua dari Pancasila kita itu soal kemanusiaan itu,” tuturnya.

Ray juga menghubungkan penerapan Pancasila dengan sila keempat, terutama mengenai demokrasi. Menurutnya, demokrasi merupakan bagian penting dari kehidupan bernegara dan harus diwujudkan dalam praktik.

“Pasal keempat itu bagi saya itu pesan penting demokrasi untuk ditegakkan,” kata Ray.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Ray, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai identitas negara. Nilai-nilainya juga berkaitan dengan bagaimana negara menjalankan kekuasaan dan bagaimana masyarakat mendapatkan ruang untuk berpendapat.

Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti
Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti
Sumber :
  • Rizki Amana

Ray: Pancasila Harus Terlihat dalam Kehidupan Rakyat

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga menjadi perhatian Ray. Ia menilai persoalan keadilan sosial masih menjadi tantangan besar.

“Yang kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia kita yang hingga hari ini sangat sulit untuk kita capai karena yang terjadi itu adil bagi para pejabat, ya kan, makmur bagi para pejabat, dan susah bagi rakyat,” katanya.

Pada bagian akhir pernyataannya, Ray kembali menekankan agar peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi pengulangan slogan.

“Mari sama-sama kita buktikan bahwa Pancasila sakti itu untuk mewujudkan lima pasal,” ujar Ray.

Ia menyebut sejumlah bentuk penerapannya, mulai dari pejabat yang tidak korupsi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, menjaga persatuan, menegakkan demokrasi, hingga mewujudkan keadilan sosial.

“Tidak berhenti pada simbol, tidak berhenti pada jargon,” tegasnya.

Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan terdiri dari lima prinsip: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, Ray mengajak melihat nilai-nilai tersebut dari penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, ukuran Pancasila bukan hanya seberapa sering istilah “Pancasila sakti” atau “NKRI harga mati” diucapkan, tetapi apakah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. (raa/udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Dugaan Pungli Lapas, KPK: Kalau Data Lengkap Pasti Dilaporkan

Soal Dugaan Pungli Lapas, KPK: Kalau Data Lengkap Pasti Dilaporkan

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan laporan tersebut dapat disampaikan kepada KPK maupun aparat penegak hukum (APH) lainnya.
Gubernur Pramono Pastikan Penyesuaian Tarif Hanya Berlaku untuk Transjakarta-Transjabodetabek, MRT dan LRT Aman

Gubernur Pramono Pastikan Penyesuaian Tarif Hanya Berlaku untuk Transjakarta-Transjabodetabek, MRT dan LRT Aman

Rencana penyesuaian ongkos transportasi umum oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipastikan hanya menyasar ekosistem bus, yakni Transjakarta serta Transjabodetabek, termasuk jaringan pengumpan seperti Mikrotrans dan Jaklingko. 
Kisah Pengkhianatan Mantan Santri dalam Tragedi Berdarah PKI Madiun 1948

Kisah Pengkhianatan Mantan Santri dalam Tragedi Berdarah PKI Madiun 1948

Tragedi kelam pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun tahun 1948 menyisakan noda hitam dalam sejarah panjang Republik Indonesia. Di bawah komando -
Mercedes Tampil dengan Livery Spesial di F1 GP Bahrain 2027

Mercedes Tampil dengan Livery Spesial di F1 GP Bahrain 2027

Tim Mercedes menghadirkan kejutan menjelang tampil di F1 GP Bahrain 2026. Yakni menyiapkan livery khusus untuk mobil W17.
Gugatan Keabsahan Ijazah Wapres Gibran, Pakar Pertanyakan Lahirnya Pasal 'Selundupan'

Gugatan Keabsahan Ijazah Wapres Gibran, Pakar Pertanyakan Lahirnya Pasal 'Selundupan'

Keabsahan Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonannya sebagai calon Wakil Presiden (Wapres) RI pada perhelatan Pilpres 2029 masih dipertanyakan usai dinilai cacat admistrasi berupa syarat pendidikan yakni ijazah SMA.
Suasana Riang Gembira Warnai Sesi Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Optimistis Lolos ke Final?

Suasana Riang Gembira Warnai Sesi Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Bangladesh, Optimistis Lolos ke Final?

‎Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakoni laga menghadapi Bangladesh. Ini menjadi laga hidup dan mati demi bisa mengamankan tiket partai final FIFA ASEAN Cup 2026.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Selengkapnya

Viral