Mengenal Dato’ Sri Tahir, Pengusaha Mayapada yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo: Pendidikan, Bisnis hingga Harta Kekayaan
- Sekertariat Negara
- tvOnenews.com
Bisnis, Filantropi dan Rekam Jejak Tahir
Kiprah Tahir tidak hanya berkembang melalui perusahaan. Ia juga dikenal melalui aktivitas sosial dan filantropi yang dijalankan melalui Tahir Foundation.
Lembaga tersebut bergerak antara lain dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Salah satu bentuk dukungan di bidang pendidikan terlihat ketika Tahir Foundation memberikan donasi pendidikan Rp10 miliar kepada Universitas Indonesia pada 2020.
Pada masa pandemi COVID-19, Mayapada Group dan Tahir Foundation juga menyalurkan bantuan sekitar Rp52 miliar. Berdasarkan catatan Wantimpres, bantuan tersebut diarahkan antara lain kepada masyarakat DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dalam bentuk uang tunai, voucher belanja, serta alat kesehatan.
“Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga DKI Jakarta sekitar Rp22 miliar, Provinsi Jawa Barat sekitar Rp10 miliar, Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp10 miliar dan Provinsi Jawa Timur sekitar Rp10 miliar,” kata Tahir dalam keterangan mengenai bantuan tersebut.
Aktivitas kemanusiaannya juga menjangkau luar Indonesia. Pada 2021, Tahir Foundation memberikan hibah Rp10 miliar untuk mendukung respons kemanusiaan UNICEF di Afghanistan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung layanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak dan perempuan serta perlindungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak krisis.
Berapa Harta Kekayaan Dato’ Sri Tahir?
Nama Tahir juga kerap muncul dalam pemberitaan mengenai daftar orang dengan kekayaan terbesar di Indonesia. Namun, ada perbedaan antara angka yang tercatat dalam LHKPN dan estimasi kekayaan yang dihitung lembaga pemeringkat kekayaan seperti Forbes.
Dalam LHKPN periodik 2023, Tahir tercatat memiliki total harta Rp9.345.716.818.693 atau sekitar Rp9,35 triliun. Saat angka tersebut diberitakan pada April 2024, data tersebut masih dalam proses verifikasi sehingga nilainya dapat berubah. Laporan periode sebelumnya, yakni 2022, tercatat sekitar Rp9,28 triliun.
Sementara itu, Forbes menggunakan metode berbeda dalam menghitung kekayaan. Per 10 September 2026, Forbes mencatat kekayaan Tahir dan keluarga sekitar US$9,5 miliar. Angka Forbes merupakan estimasi nilai kekayaan dan kepemilikan bisnis, sehingga tidak dapat disamakan langsung dengan angka LHKPN.
Dengan latar belakang sebagai pengusaha, akademisi, filantropis, dan tokoh yang memiliki pengalaman di sejumlah institusi, Tahir kini mendapat peran baru di pemerintahan.
Load more