News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kawasan Wisata Alam di Bogor Kembali Ditinjau, Ini Temuan dan Evaluasi Soal Lingkungan

Pengelolaan kawasan wisata alam idealnya tidak berhenti setelah izin diperoleh atau pembangunan selesai. Evaluasi berkala diperlukan untuk melihat apakah
Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:55 WIB
Ilustrasi Kawasan Wisata Alam di Bogor Kembali Ditinjau, Ini Temuan dan Evaluasi Soal Lingkungan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Pengelolaan kawasan wisata yang bersinggungan langsung dengan alam tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan dokumen perizinan. Dalam praktiknya, keberlanjutan membutuhkan proses evaluasi yang terus berjalan, termasuk membuka ruang bagi pihak lain untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, dan melihat langsung kondisi di lapangan.

Pendekatan semacam itu menjadi penting karena aktivitas manusia di kawasan berbasis alam selalu memiliki potensi menimbulkan perubahan terhadap lingkungan. Karena itu, pengelolaan kawasan wisata alam idealnya tidak berhenti setelah izin diperoleh atau pembangunan selesai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Evaluasi berkala diperlukan untuk melihat apakah kegiatan yang dilakukan tetap sesuai dengan prinsip perlindungan lingkungan serta bagaimana dampaknya dapat diminimalkan.

Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pemerintah, pengelola, masyarakat, akademisi, organisasi lingkungan, hingga pihak yang memiliki keahlian khusus dapat memberikan perspektif berbeda. Pertukaran informasi memungkinkan sebuah persoalan dilihat secara lebih menyeluruh sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki praktik pengelolaan yang masih memiliki kekurangan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan WALHI Jawa Barat ke EIGER Nature di Bogor pada 1 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pengelolaan kawasan sekaligus mengevaluasi tindak lanjut atas berbagai masukan yang sebelumnya telah disampaikan.

Keterbukaan Menjadi Bagian dari Evaluasi Pengelolaan Alam

Dalam kunjungan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan pengelola dan melihat secara langsung berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan. Pertemuan turut melibatkan akademisi, pakar, serta media sebagai bagian dari pertukaran informasi mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam.

Sejumlah pakar yang terlibat merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature. Mereka antara lain Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc., yang memiliki keahlian di bidang botani dan konservasi tumbuhan; Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si., yang merupakan pakar konservasi satwa liar; serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc., yang memiliki keahlian terkait pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.

Keterlibatan ahli dari berbagai bidang tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan berbasis alam tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Ada aspek ekologi, keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah, hingga dampak terhadap lingkungan yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Selain aspek teknis, WALHI juga mengonfirmasi perizinan dan dokumen lingkungan yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan. Berdasarkan peninjauan tersebut, WALHI menyampaikan bahwa sejumlah perizinan dan dokumen yang diperlukan telah dipenuhi.

Pengembangan lokasi sendiri disebut telah berlangsung sejak 2018 dan mencakup sejumlah dokumen utama, seperti perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menilai keterbukaan pengelola dalam menerima masukan menjadi salah satu aspek yang penting dalam proses tersebut.

“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa mereka terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang.

Kritik Lingkungan Perlu Diikuti Pemeriksaan di Lapangan

Bagi organisasi lingkungan, penyampaian kritik seharusnya tidak berhenti pada pernyataan atau diskusi. Perlu ada mekanisme untuk melihat apakah masukan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi perubahan dalam praktik pengelolaan.

Karena itu, kunjungan terbaru WALHI menjadi kesempatan untuk memeriksa perkembangan secara langsung. Iwang mengatakan pihaknya ingin memastikan berbagai pandangan yang sebelumnya disampaikan benar-benar mendapatkan tindak lanjut.

“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.

Menurut Iwang, keterlibatan berbagai pihak juga memiliki nilai penting karena dapat memperluas pertukaran informasi dan pengetahuan.

“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.

Namun, apresiasi tersebut tidak berarti proses pengelolaan lingkungan dianggap telah selesai. WALHI mengingatkan bahwa keberlanjutan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi.

Wisata alam tersebut dinilai masih berada pada tahap awal sehingga pengelolaan kawasan perlu terus dievaluasi. Keterlibatan pakar, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil juga dinilai perlu dipertahankan agar berbagai keputusan dapat terus mendapatkan perspektif yang lebih luas.

“Masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.

Ruang Evaluasi dan Kolaborasi

Dari sisi pengelola, keterlibatan banyak pihak disebut sebagai bagian dari pendekatan Pentahelix yang digunakan dalam pengelolaan kawasan. Konsep tersebut menempatkan kolaborasi berbagai unsur sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengembangan.

“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan berbasis alam membutuhkan proses yang dinamis. Kondisi lingkungan dapat berubah, sementara kegiatan manusia juga terus berkembang. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara berkala dan tidak hanya mengandalkan kondisi pada saat dokumen perencanaan atau perizinan disusun.

Keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian dari proses untuk terus belajar dan memperkuat perhatian terhadap alam, budaya, masyarakat, serta keberlanjutan kawasan.

“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, kunjungan WALHI Jawa Barat tidak hanya menjadi agenda peninjauan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mengevaluasi bagaimana sebuah kawasan berbasis alam dikelola setelah mendapatkan berbagai masukan. 

Dari peninjauan langsung tersebut, WALHI Jabar menyatakan bahwa masukan, kritik, dan saran yang sebelumnya disampaikan telah ditindaklanjuti oleh EIGER Nature. Meski demikian, WALHI menegaskan bahwa komitmen lingkungan perlu dijaga secara konsisten dalam jangka panjang agar pengelolaan kawasan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga terus memperhatikan kondisi alam dan kepentingan masyarakat. (udn) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pegadaian Luncurkan Program Gadai Bebas Sewa Modal Khusus Nasabah Baru, Bantu Masyarakat Akses Dana Cepat Tanpa Bunga

Pegadaian Luncurkan Program Gadai Bebas Sewa Modal Khusus Nasabah Baru, Bantu Masyarakat Akses Dana Cepat Tanpa Bunga

Sebagai wujud komitmen dalam memperluas inklusi keuangan dan menghadirkan solusi pembiayaan yang terjangkau, Pegadaian meluncurkan inovasi terbarunya, Gadai Bebas Sewa Modal. 
Heboh Pelanggan Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung, Pihak Manajemen Buka Suara

Heboh Pelanggan Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung, Pihak Manajemen Buka Suara

Menanggapi keracunan makanan tersebut, Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan keluhan dari sejumlah pelanggan. 
Joe Rogan Bicara Soal Lawan Terbaru Alex Pereira, Sebut Punya Kekuatan Luar Biasa

Joe Rogan Bicara Soal Lawan Terbaru Alex Pereira, Sebut Punya Kekuatan Luar Biasa

Joe Rogan menyoroti ambisi Alex Pereira untuk kembali bersaing di kelas berat UFC dan menilai duel melawan Sergei Pavlovich bakal menjadi ujian yang berat.
Komisi C DPRD Surabaya Minta Digitalisasi Parkir Tak Berhenti di Pembayaran Cashless

Komisi C DPRD Surabaya Minta Digitalisasi Parkir Tak Berhenti di Pembayaran Cashless

Digitalisasi parkir di Kota Surabaya dinilai belum sepenuhnya menciptakan transparansi dalam pengelolaan pendapatan parkir.
Tak Bisa Tutupi Rasa Kecewa, Isack Hadjar Geram dengan Masalah Baterai yang Buatnya Gagal Naik Podium F1 GP Bahrain 2026

Tak Bisa Tutupi Rasa Kecewa, Isack Hadjar Geram dengan Masalah Baterai yang Buatnya Gagal Naik Podium F1 GP Bahrain 2026

Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, gagal mengamankan podium F1 GP Bahrain 2026 di Sepang, Malaysia, yang berlangsung pada akhir pekan kemarin.
30 Tahun Berkarya Bersama, Ungu bakal Gelar Konser 'Waktu yang Dinanti: Final Chapter'

30 Tahun Berkarya Bersama, Ungu bakal Gelar Konser 'Waktu yang Dinanti: Final Chapter'

Grup band legendaris, Ungu yang beranggotakan Pasha Ungu, Makki, Rowman, Enda & Oncy akan menggelar konser akbar bertajuk "Waktu yang Dinanti: Final Chapter".

Trending

Reaksi Keras Media Thailand Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Soroti Perjuangan 10 Pemain

Reaksi Keras Media Thailand Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Soroti Perjuangan 10 Pemain

Timnas Indonesia sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti, sementara media Thailand menyoroti perjuangan timnya
Polisi Temukan 12 Batang Ganja di Ladang Warga, Seorang Pria Diamankan

Polisi Temukan 12 Batang Ganja di Ladang Warga, Seorang Pria Diamankan

Polisi mengungkap dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja yang ditanam di areal perladangan warga di Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, Kabupaten
Netizen Indo Serbu Akun Timnas Thailand, Ramai-ramai Ucap Terima Kasih: Kalian Luar Biasa

Netizen Indo Serbu Akun Timnas Thailand, Ramai-ramai Ucap Terima Kasih: Kalian Luar Biasa

Usai Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, akun resmi sepak bola Thailand justru dibanjiri komentar netizen Garuda yang memberikan apresiasi dan rasa.
FIFA Soroti Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Sebut Sosok Pemain Ini

FIFA Soroti Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Sebut Sosok Pemain Ini

FIFA memberi sorotan khusus terhadap keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai Piala FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand secara dramatis adu penalti
Pernah Bawa Kanada ke Piala Dunia, John Herdman Justru Sebut Juara Bersama Timnas Indonesia Jadi Pencapaian Terbaik

Pernah Bawa Kanada ke Piala Dunia, John Herdman Justru Sebut Juara Bersama Timnas Indonesia Jadi Pencapaian Terbaik

Timnas Indonesia resmi keluar sebagai juara setelah melewati pertandingan dramatis menghadapi Thailand.
Media Malaysia Sorot Perjuangan Timnas Indonesia Jadi Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Pantang Menyerah

Media Malaysia Sorot Perjuangan Timnas Indonesia Jadi Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Pantang Menyerah

Media Malaysia mengakui keberhasilan timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Garuda menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti, Senin (05/10/2026).
Reaksi Rayo Vallecano usai Emil Audero Jadi Pahlawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Rayo Vallecano usai Emil Audero Jadi Pahlawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Rayo Vallecano memperlihatkan reaksi atas kesuksesan Emil Audero menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Sang kiper menjadi pahlawan untuk Timnas Indonesia di laga final.
Selengkapnya

Viral