Wamen UMKM Pastikan Pengusaha Terdampak Bencana Pulih dan Naik Kelas
- Antara
Oleh karena itu, pendampingan diarahkan untuk membantu pengusaha UMKM memperbaiki kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pemasaran, serta memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.
Kementerian UMKM sebelumnya telah mengawali komitmen pendampingan melalui aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit pada 23 Januari 2026. Program tersebut mengusung tiga tahapan pendampingan, yakni pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh.
Melalui pendekatan tersebut, pengusaha UMKM diharapkan dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap, mulai dari membangun kembali kesiapan untuk berusaha hingga meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana, penguatan kapasitas diarahkan untuk mendukung pengusaha UMKM memasuki tahap pertumbuhan. Secara keseluruhan, program tersebut dirancang menjangkau 1.475 pengusaha UMKM dan wirausaha di tiga regional, termasuk 752 peserta Regional II yang dipusatkan di Kota Padang.
Helvi menekankan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Dampak pendampingan harus tercermin dalam perkembangan nyata usaha, mulai dari perbaikan kualitas produk, peningkatan jumlah pesanan, perluasan pasar, hingga pertumbuhan pendapatan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
“Keberhasilan kita juga tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan atau peserta yang hadir. Ukurannya harus terlihat pada perubahan nyata seperti produksi kembali berjalan, pesanan bertambah, pasar terbuka, pendapatan meningkat, dan mata pencaharian masyarakat tetap terjaga,” ungkap Helvi.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Helvi mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga inkubator, perbankan, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengusaha UMKM memperoleh tindak lanjut yang jelas setelah mengikuti pendampingan, termasuk akses terhadap konsultasi, informasi layanan, pembiayaan, serta solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah Kementerian UMKM dalam memperkuat usaha masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Mahyeldi, penguatan UMKM merupakan langkah strategis bagi Sumatera Barat karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, maka hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM. Ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan sektor UMKM bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Load more