Mengenal Quraish Shihab, Cendekiawan Muslim yang Kini Jadi Anggota Wantimpres Prabowo, Punya Kiprah Panjang di Pemerintahan
- Antara
tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia dalam acara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Salah satu nama yang masuk dalam jajaran tersebut adalah Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, M.A.
Penunjukan tersebut kembali menempatkan Quraish Shihab dalam lingkup pemerintahan setelah sebelumnya memiliki perjalanan panjang di dunia akademik, keagamaan, diplomasi, hingga kelembagaan Islam. Berikut profilnya.
Quraish Shihab dikenal luas sebagai cendekiawan Muslim yang banyak membahas Al-Qur'an, tafsir, dan kehidupan keagamaan dalam masyarakat yang majemuk.
- Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab
Gagasannya mengenai pemahaman Islam juga dituangkan melalui berbagai karya yang selama ini menjadi rujukan bagi pembaca dari beragam generasi.
Pendidikan Quraish Shihab hingga Raih Gelar Doktor
Quraish Shihab lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki latar belakang kuat dalam pendidikan dan keilmuan Islam.
Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab, merupakan seorang guru besar dalam bidang tafsir Al-Qur'an sekaligus tokoh pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk perjalanan intelektual Quraish Shihab sejak usia muda.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Makassar, Quraish Shihab melanjutkan pendidikan di Malang. Ia juga menempuh pendidikan pesantren di Ma'had Dar Al-Hadist Al Faqihiyah.
Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke Al-Azhar, Kairo, Mesir. Di sana ia menempuh studi di Fakultas Ushuluddin dan mengambil bidang tafsir dan hadis.
- dok Kemenag RI
Quraish Shihab meraih gelar sarjana muda pada 1967 dan kemudian memperoleh gelar magister pada 1969. Ia kembali ke Mesir pada 1980 untuk melanjutkan pendidikan doktoral di bidang ilmu-ilmu Al-Qur'an.
Pada 1982, Quraish Shihab berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam bidang tafsir dengan predikat summa cum laude.
Sepulang dari Mesir, Quraish Shihab aktif sebagai akademisi sekaligus menjalankan berbagai tugas kelembagaan. Ia pernah mengabdi di IAIN Alauddin Ujung Pandang sebelum kemudian melanjutkan kiprahnya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia dipercaya menjadi Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menjalankan kepemimpinan tersebut selama dua periode.
Di luar aktivitas akademik, kiprahnya juga meluas ke berbagai lembaga keagamaan dan pemerintahan. Quraish Shihab pernah terlibat dalam Majelis Ulama Indonesia, Lajnah Pentashih Al-Qur'an Departemen Agama, serta Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional.
Pada 1998, ia dipercaya menjadi Menteri Agama Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VII.
- ANTARA
Setahun kemudian, Quraish Shihab mendapat tugas diplomatik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Mesir, merangkap Djibouti dan Somalia, untuk periode 1999–2002.
Pengalamannya tidak berhenti di pemerintahan. Quraish Shihab juga aktif dalam pengembangan kajian Al-Qur'an.
Pada 2004, ia mendirikan Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), lembaga yang memiliki visi membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat pluralistik. Hingga kini, Quraish Shihab tercatat sebagai salah satu Dewan Pakar PSQ.
PSQ menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari kajian Al-Qur'an, pendidikan, literasi, hingga pengembangan Tafsir Al-Mishbah dalam format digital.
Kini Bergabung dengan Wantimpres
Dengan pengalaman panjang tersebut, Quraish Shihab kini kembali mendapat amanah di tingkat pemerintahan sebagai anggota Wantimpres.
Dalam susunan Wantimpres yang baru, ia berada bersama sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang.
Secara kelembagaan, Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Para anggotanya juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan masukan sesuai dengan peran yang diberikan kepada lembaga tersebut.
Bagi Quraish Shihab, pengalaman sebagai akademisi, tokoh keagamaan, mantan Menteri Agama, diplomat, serta penggiat kajian Al-Qur'an menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum kembali mengambil peran di lingkar pemerintahan. (asl)
Load more