Bagong Dekaka Makmur Percaya EV Lokal, Bus ARJUNO VKTR Siap Layani Mobilitas Tambang hingga 350 Km
- VKTR
Selain menghadirkan manfaat berupa pengoperasian tanpa emisi gas buang langsung dan tingkat kebisingan yang lebih rendah, kendaraan listrik juga memiliki potensi memberikan efisiensi biaya operasional melalui penggunaan energi yang lebih efisien serta kebutuhan perawatan yang lebih rendah. Karena itu, VKTR melihat total cost of ownership (TCO) sebagai salah satu pertimbangan penting dalam menilai kelayakan kendaraan listrik untuk kebutuhan industri.
Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, mengatakan bahwa pengalaman menggunakan kendaraan listrik memberikan perspektif baru bagi Bagong Dekaka Makmur dalam melihat kebutuhan mobilitas di sektor pertambangan. “Bagi kami, penggunaan kendaraan listrik bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut mampu menjawab kebutuhan operasional secara nyata. Sebelumnya, kami telah menggunakan Transporter listrik Lokon dalam mendukung aktivitas operasional, dan pengalaman tersebut memberikan hasil positif serta keyakinan bahwa kendaraan listrik dapat diandalkan untuk kebutuhan di lapangan. Dalam operasional pertambangan, kendaraan harus mampu mengikuti ritme kerja, memiliki reliability yang baik, dan memberikan efisiensi dalam jangka panjang. Pengalaman positif bersama Lokon dan VKTR semakin memperkuat keyakinan kami bahwa kendaraan listrik dapat menjadi alternatif yang kompetitif dan relevan untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,” ujar Budi.
Kepercayaan Operator terhadap Industri Lokal
Bagi VKTR, serah terima dua unit ARJUNO juga mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan operator terhadap kemampuan industri kendaraan listrik dalam negeri. ARJUNO dikembangkan melalui kolaborasi VKTR dengan Laksana Karoseri, dengan proses perakitan kendaraan yang dilakukan di Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik komersial yang tidak hanya mengandalkan teknologi kendaraan, tetapi juga memperkuat manufaktur, karoseri, rantai pasok, tenaga kerja, serta layanan purnajual dan dukungan teknis di dalam negeri.
Semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik pada sektor dengan tingkat utilisasi tinggi seperti pertambangan juga menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan bisnis. Ketika kendaraan dapat memberikan performa yang sesuai sekaligus menciptakan efisiensi dalam operasional, elektrifikasi menjadi pilihan yang semakin relevan bagi pelaku industri.
Load more