Mengenal Mayjen Dian Andriani, Dari Dokter hingga Jenderal: Perempuan Pertama di TNI AD yang Raih Bintang Dua
- Instagram SrikandiIndonesia
Kombinasi antara kedokteran, kesehatan militer, administrasi rumah sakit, dan hukum tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesional Dian selama bertugas di TNI AD.
Pernah Jadi Dokter Paspampres hingga Pimpin Rumah Sakit
Salah satu penugasan yang menonjol dalam perjalanan awal karier Dian adalah ketika ia menjadi dokter Detasemen Kesehatan Paspampres pada 1993. Ia menjalankan tugas tersebut pada era Presiden Soeharto sebelum kemudian melanjutkan kariernya di lingkungan rumah sakit militer.
Sebagian besar perjalanan karier Dian kemudian berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan kesehatan militer. Ia menduduki berbagai posisi di Rumah Sakit Tingkat II Moh. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya, mulai dari Kanit UGD, sejumlah jabatan di bidang penyakit kulit dan kelamin, hingga Kepala Komite Medik.
Pada 2017, Dian dipercaya menjadi Kepala Rumah Sakit Tingkat II Moh. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya. Setelah itu, ia melanjutkan penugasan sebagai Kepala Departemen Penyakit Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Subroto pada 2019. Ia kemudian menjadi bagian dari Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Subroto pada 2021.
Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa karier Dian tidak hanya berkembang sebagai tenaga medis, tetapi juga bergerak ke wilayah manajemen, pendidikan, dan tata kelola institusi kesehatan.
- Instagram Dianandrianiratna
Naik ke Bintang Dua dan Cetak Sejarah Kowad
Babak penting dalam perjalanan Dian terjadi pada 1 April 2024 ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan (Unhan). Tidak lama kemudian, pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal.
Panglima TNI menerima laporan korps kenaikan pangkat 75 perwira tinggi pada 15 Mei 2024. Dari jumlah tersebut, 46 merupakan Pati TNI AD. Nama Dian Andriani termasuk di dalamnya dan kenaikan pangkat tersebut menjadikannya perempuan pertama di lingkungan TNI AD yang menyandang pangkat bintang dua.
Dalam catatan mengenai pencapaian tersebut, Dian menyebut kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal sebagai penghargaan yang sangat berarti bagi Kowad. Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kesempatan yang lebih besar bagi prajurit perempuan TNI AD pada masa mendatang.
Dengan demikian, perjalanan Dian Andriani tidak hanya berkaitan dengan satu kenaikan pangkat. Dari seorang dokter yang masuk TNI AD pada 1989, bertugas di Paspampres, menjalani belasan tahun di rumah sakit militer, hingga dipercaya mengemban jabatan di Unhan, perjalanan tersebut berujung pada sebuah catatan sejarah.
Load more