Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau setelah Siaga Level III, BPBD Lampung Pastikan Belum Ada Sebaran Abu Vulkanik di Daratan
- Badan Geologi
tvOnenews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu (10/10/2026) pagi, belum ditemukan dampak langsung sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang telah naik status ke Level III (Siaga).
Kepastian tersebut didapatkan usai BPBD memantau pergerakan citra satelit melalui Terminal BMKG Lampung hingga pukul 07.00 WIB.
"Berdasarkan pemantauan citra satelit melalui Terminal BMKG Lampung hingga 10 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB belum terpantau dampak langsung abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap wilayah di Provinsi Lampung," ungkap Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, Sabtu (10/10/2026).
- Badan Geologi
Minta Warga Siapkan Masker dan Jauhi Radius 5 Km
Meski daratan Lampung sejauh ini masih aman dari sebaran abu, Aswarodi mengingatkan warga serta wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh.
Larangan melintas maupun beraktivitas di dalam zona bahaya radius 5 kilometer dari kawah utama wajib dipatuhi tanpa terkecuali.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut.
"Apabila terjadi erupsi berkepanjangan, terutama saat aktivitas erupsi masih berlangsung, masyarakat diimbau menyiapkan dan menggunakan masker sesuai kondisi paparan abu vulkanik. Tapi beruntung saat ini sudah ada beberapa kali hujan yang bisa mengurangi dampak abu vulkanik bila terbawa sampai sini lagi," terangnya.
Imbau Tidak Terpancing Isu Hoaks
Menanggapi kepanikan warga pesisir pasca-kenaikan status Siaga, BPBD Lampung meminta publik untuk tidak membagikan maupun mempercayai narasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Rujukan resmi perkembangan Gunung Anak Krakatau sepenuhnya dikendalikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta kanal Pusdalops BPBD Provinsi Lampung.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan dari instansi berwenang, dan memantau informasi dari Pusdalops BPBD Provinsi Lampung atau sumber terpercaya," tegas Aswarodi.
Load more