Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Media sosial kembali diramaikan oleh informasi kebencanaan yang memicu kekhawatiran masyarakat. Kali ini, sebuah video di TikTok menyebarkan narasi mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Informasi tersebut menjadi perhatian karena disertai klaim tentang bencana besar yang disebut-sebut dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam narasi yang beredar, Gunung Anak Krakatau dikabarkan akan mengalami erupsi dahsyat hingga menghancurkan dan menghilangkan gunung tersebut.
Tsunami setinggi 60 meter juga disebut bisa terjadi pada pagi, siang, atau sore hari. Klaim tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran informasi dan kondisi terkini gunung api yang berada di wilayah Lampung itu.
Menanggapi kabar yang viral tersebut, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan bahwa informasi mengenai potensi tsunami 60 meter akibat erupsi Anak Krakatau merupakan hoaks.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai konten kebencanaan di media sosial, terutama jika tidak disertai data ilmiah dan konfirmasi dari lembaga berwenang.
Badan Geologi Tegaskan Kabar Tsunami 60 Meter Anak Krakatau Hoaks
Badan Geologi memberikan klarifikasi melalui akun media sosial resminya pada Jumat (9/10/2026). Lembaga tersebut memastikan bahwa narasi mengenai ancaman tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak benar.
Dalam keterangannya, Badan Geologi juga menjelaskan bahwa video yang disebarkan oleh akun TikTok bernama XinShi merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi. Penyuntingan tersebut membuat informasi yang beredar berbeda dari keterangan resmi mengenai kondisi gunung api.
“Unggahan yang disebarkan oleh akun ‘XinShi’ merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi,” jelas Badan Geologi melalui akun Instagram resminya, Jumat (9/10/2026).
Badan Geologi turut menegaskan melalui unggahan tersebut bahwa informasi mengenai potensi tsunami 60 meter tidak memiliki dasar yang sesuai dengan kondisi yang dilaporkan.
“Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax),” tulis Badan Geologi.
Load more