Sukseskan MBG Lewat Orkestrasi Pemda, JPPI: Petakan Rantai Pasok Pangan Berbasis Komoditas Lokal
- tim tvone - edy cahyono
Jakarta, tvOnenews.com – Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji memberikan apresiasi dan masukan konstruktif agar keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak multiplier yang makin optimal bagi masyarakat.
Ia mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) diberikan peran besar dalam mengoordinasikan pelaksanaan MBG, terutama dalam mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan pangan langsung dari para petani, peternak, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Menurut Ubaid, pelibatan aktif para pelaku usaha lokal ini sangat strategis agar perputaran anggaran program MBG dapat langsung menggerakkan roda perekonomian dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga di sekitar kawasan sekolah.
- Istimewa
Ia mencontohkan, daerah yang kaya akan peternak ayam dapat diprioritaskan menjadi penyedia telur dan daging ayam.
Begitu pula kawasan yang memiliki pembudidaya ikan lele, petani sayuran, hingga petani beras, dapat dirangkul menjadi bagian utama dari rantai pasok keberlanjutan program MBG.
“Jadi tidak hanya menguntungkan pengusaha pengusaha kelas kakap saja. Supplier ayam, supplier beras, supplier segala macam itu mestinya sumber daya yang Ada di masyarakat situ, apa yang ada di lokal," kata Ubaid dalam Podcast Jurnalist & Content Creator (JCCNetwork), Senin (12/10/2026).
Pemetaan Potensi Lokal dan Sinergi SPPG
Ubaid melihat peluang besar apabila Pemda memegang peran aktif dalam memetakan kebutuhan pangan program MBG yang diselaraskan dengan kapasitas produksi masyarakat di tingkat desa.
- Kementan
Melalui pemetaan yang presisi terkait kebutuhan beras, telur, ikan, hingga sayuran, Pemda dapat memfasilitasi pengembangan usaha-usaha pangan baru bilamana produksi lokal membutuhkan peningkatan pasokan.
Di samping itu, Ubaid menekankan pentingnya koordinasi yang harmonis antarsatuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Terintegrasinya SPPG dalam pengawasan Pemda dinilai akan melahirkan tata kelola rantai pasok yang rapi dan saling mendukung antarwilayah.
“Maka pemerintah daerah itu bisa mendorong apa saja resource resource yang ada di daerah itu yang bisa dikembangkan dengan uang yang berputar di MBG ini,” kata Ubaid.
Manfaat Ganda: Pemenuhan Gizi Anak sekaligus Pembuka Lapangan Kerja
Melalui tata kelola MBG yang terkoordinasi dengan baik, Ubaid meyakini program ini menghadirkan manfaat ganda secara bersamaan yakni menjamin pemenuhan gizi seimbang bagi generasi penerus bangsa, sekaligus membuka perluasan pasar bagi petani setempat serta mencetak lapangan kerja baru.
Peluang ini menjadi momentum emas bagi Pemda untuk membina warga yang belum memiliki pekerjaan agar dapat terlibat aktif dalam rantai produksi pangan program MBG.
Bagi JPPI, keberhasilan program MBG menjadi sangat lengkap ketika pemenuhan asupan gizi anak-anak berjalan selaras dengan peningkatan daya beli dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.
"Jadi menurut saya semua SPPG yang ada di daerah itu kalau diorkestrasi oleh pemerintah daerah bisa memberdayakan berapa pengangguran, bisa menciptakan berapa lapangan pekerjaan, bisa menumbuhkan industri industri yang baru," tandasnya.
Load more