News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Korupsi DSP BNPB, KPK Ungkap Dua Klaster Kasus Libatkan Adik Letjen TNI Surhayanto

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan terdapat dua klaster terkait dugaan korupsi DSP kebencanaan tersebut.
Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:21 WIB
Sebanyak lima orang keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan KPK pasca OTT di BNPB, Rabu (14/10/2026).
Sumber :
  • Rizki Amana/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kontruksi dugaan kasus korupsi Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan terdapat dua klaster terkait dugaan korupsi DSP kebencanaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Klaster pertama berupa konflik kepentingan, dan klaster kedua berupa suap," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Aldi Herlanda

Taufik menjelaskan klaster konflik kepentingan BNPB bermitra dengan sejumlah penyedia untuk kebutuhan pengadaan melalui metode penunjukan langsung pada periode 2024-2025.

Konflik kepentingan yang dimaksud berupa penunjukan langsung dana pengadaan kepada tersangka Bima Setiawan (BMS) selaku eks Kepala BNPB, Letjen TNI Surhayanto.

Menurutnya dari perkara tersebut tersangka melakukan penggunaan pengadaan DSP dengan nilai capai Rp148 miliar.

"Dimana dari sejumlah penyedia tersebut diduga terafiliasi dengan saudara BMS selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB sekaligus adik dari Kepala BNPB dengan total nilai pengadaan lebih kurang mencapai Rp148 miliar," kata Taufik.

"Dalam proses penggunaan DSP BNPB pada pengadaan tersebut, dana yang mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan BMS dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, salah satunya pembelian saham PT MDLA oleh PT AVE," sambungnya.

Sementara, Taufik memaparkan klaster kedua dalam kasus korupsi DSP kebencanaan BNPB berupa suap.

"Selain adanya dugaan konflik kepentingan, bahwa para oknum di lingkungan BNPB juga diduga menerima suap atas pengadaan yang menggunakan DSP," jelasnya.

Diketahui, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya menyita sejumlah barang bukti yang didapat dari operasi senyap itu senilai Rp3,3 miliar.

Menurutnya uang tersebut didapat KPK dari sejumlah pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan.

"Kayanya tuh jumlahnya bukan Rp1,4 (miliar). Tapi lebih kurang sekitar Rp3,3 miliaran. Itu dari beberapa pihak," kata Setyo kepada awak media, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Bukan hanya uang tunai, Setyo menjelaskan jika pihaknya juga mendapati sejumlah barang bukti lainnya diantaranya aset kripto dan logam mulia.

"Kalau nggak salah kripto itu nilainya satu digit di M ya. Gitu, ya, satu digit saja gitu. Cuman saya detailnya saya lupa. Logam mulianya itu, masih, ya ratusan gram lagi," jelasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkup Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penetapan tersangka dilakukan usai KPK melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap belasan orang yang terjaring operasi senyap tersebut pada Selasa (13/10/2026) malam.

"Ya, kita hanya menetapkan lima (tersangka-red)," kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto kepada awak media, Jakarta, Rabu (13/10/2026).

Dari sumber yang didapat tvOnenews.com kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu yakni Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK Gabriel Purwaka Sigit (GPS), Bima (BM) selaku adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian Tenaga ahli Kepala BNPB Richard Erlangga (RCH), Geri dan Sifa selaku pihak swasta.

"Ya lima, satu adalah PPK nya. Kemudian dua itu adalah yang dianggap sebagai statusnya pegawai di badan tersebut. Kemudian dua lagi adalah swasta," ungkapnya. (raa/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klasemen KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Buat Megawati Hangestri Cs Gigit Jari, GS Caltex Kunci Tiket Terakhir ke Semifinal

Klasemen KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Buat Megawati Hangestri Cs Gigit Jari, GS Caltex Kunci Tiket Terakhir ke Semifinal

Klasemen KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober, setelah duel sengit dua tim Pool B, Hyundai Hillstate menghadapi GS Caltex di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan,
Viral Bidan di Maluku Lakukan Live TikTok saat Tindakan Persalinan Pasien, Netizen: Laporkan ke IBI

Viral Bidan di Maluku Lakukan Live TikTok saat Tindakan Persalinan Pasien, Netizen: Laporkan ke IBI

Viral di Threads, seorang bidan di Maluku melakukan siaran langsung di tengah tindakan persalinan pasiennya. Siaran tersebut dilakukan di akun TikTok miliknya.
Apa Bedanya iPhone 18 Pro dan 17 Pro? Ini 5 Peningkatan Utamanya

Apa Bedanya iPhone 18 Pro dan 17 Pro? Ini 5 Peningkatan Utamanya

Apa bedanya iPhone 18 Pro dan iPhone 17 Pro? Simak 5 peningkatan utama, mulai dari chipset A20, kamera variable aperture, hingga baterai lebih besar. 
Sampaikan Keprihatinan Soal Karhutla, PKS Usulkan 5 Langkah Penguatan Tata Kelola Lingkungan

Sampaikan Keprihatinan Soal Karhutla, PKS Usulkan 5 Langkah Penguatan Tata Kelola Lingkungan

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia memerlukan perhatian dan kerja sama yang erat dari seluruh elemen bangsa. Karhutla
Top Skor Pertandingan KOVO Cup 2026: Megawati Hangestri jadi Pendulang Poin Terbanyak Buat Hyundai Hillstate

Top Skor Pertandingan KOVO Cup 2026: Megawati Hangestri jadi Pendulang Poin Terbanyak Buat Hyundai Hillstate

Top Skor pertandingan KOVO Cup 2026 laga terakhir di fase grup yang mempertemukan dua tim di Pool A, Hyundai Hillstate vs GS Caltex, hari Jumat 16 Oktober.
Terungkap Peran Adik Eks Kepala BNPB Letnan TNI Suharyanto dalam Korupsi Kebencanaan

Terungkap Peran Adik Eks Kepala BNPB Letnan TNI Suharyanto dalam Korupsi Kebencanaan

Dua tersangka dalam kasus korupsi BNPB merupakan Tenaga Ahli Kepala BNPB, yakni Bima Setiawan dan Richard Erlangga (RIC). Bima merupakan adik mantan Kepala BNPB

Trending

Masih Bisa Lolos, Ini Hitung-hitungan Peluang Timnas Futsal Indonesia Susul Brasil ke Semifinal Copa das Nacoes de Futsal 2026 

Masih Bisa Lolos, Ini Hitung-hitungan Peluang Timnas Futsal Indonesia Susul Brasil ke Semifinal Copa das Nacoes de Futsal 2026 

Timnas Futsal Indonesia harus menelan kekalahan dengan skor 0-3 dari Brasil pada pertandingan pembuka mereka di Copa das Nacoes de Futsal 2026, Jumat (16/10/2026).
Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 
iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra mencakup harga, kamera, performa, baterai, dan fitur unggulan. Simak sebelum membeli flagship
Hasil Laga Timnas Futsal Indonesia: Sempat Bikin Brasil Frustasi, Skuad Garuda Telan Kekalahan Perdana

Hasil Laga Timnas Futsal Indonesia: Sempat Bikin Brasil Frustasi, Skuad Garuda Telan Kekalahan Perdana

Tampil di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Jumat (16/10/2026) pagi WIB, Timnas Futsal Indonesia kalah dari Brasil dalam laga perdana fase grup
Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Ada Megawati Hangestri yang Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Ada Megawati Hangestri yang Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober, laga terakhir di fase grup yang akan mempertemukan Hyundai Hillstate vs GS Caltex.
Safriel, Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan

Safriel, Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan

Suasana duka menyelimuti pemakaman Safriel Ardiansyah (19), korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo, Probolinggo.
Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral video adu mulut dua operator SPBU di Denpasar dengan Gubernur Bali I Wayan Koster viral di media sosial. Keduanya mengeluhkan kelelahan akibat kebijakan.
Selengkapnya

Viral