Penampakan Tong Warna Biru Tempat Bupati Klaten Menyimpan Duit Hasil Korupsi
- ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pada Kamis (15/10/2026).
Dalam operasi senyap tersebut, KPK turut menjaring Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan selain dua orang tersebut pihaknya turut menangkap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara suap tersebut.
"Sehingga total yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan ada 10 orang, yakni sembilan orang yang dibawa dari Klaten dan satu orang yang diamankan di wilayah Jakarta," kata Budi kepada awak media, Jakarta, pada Jumat (16/10/2026).
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Budi menjelaskan pihaknya mendapati sebuah wadah berupa tong berwarna biru yang digunakan oleh Hamenang untuk menyimpan uang hasil korupsi saat operasi senyap itu berlangsung.
"Untuk barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, di antaranya ada uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar," ucap Budi.
"Kemudian tadi teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," sambungnya.
Harta Kekayaan Bupati Klaten
Sosok Hamenang Wajar Ismoyo tengah menjadi sorotan publik setelah terjaring OTT KPK.
Tak tanggung-tanggung KPK menyita barang bukti uang tunai sekitar Rp1,9 miliar dalam OTT tersebut.
Bahkan yang menjadi perhatian KPK juga menyita barang bukti tong berwarna biri yang berisikan uang.
Lalu, berapa kira-kira harta kekayaan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo?
- Istimewa
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 26 Maret 2026 untuk periode tahun 2025, total kekayaan Hamnenag tercatat sebesar Rp5.983.361.557 atau sekitar Rp5,98 miliar.
Sebagian besar harta kekayaannya berupa aset tanah dan bangunan dengan nilai Rp2,595 miliar. Ia melaporkan lima bidang tanah dan properti yang berada di Kota Yogyakarta serta Kabupaten Klaten.
Aset tersebut meliputi tanah seluas 110 meter persegi di Yogyakarta sengan nilai Rp266 juta. Sementara tanah seluas 7.650 meter persegi di Klaten senilai Rp704 juta, serta tanah seluas 2.116 meter persegi di Klaten senilai Rp480 juta.
Load more