Viral! Anak Nekat Jalan Kaki ke Polsek demi Tolong Ibu yang Diduga Disiksa Ayah, Kondisi Korban Memprihatinkan
- freepik
tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan keberanian seorang anak melaporkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ibunya di Pontianak, Kalimantan Barat, viral di media sosial.
Anak tersebut rela berjalan kaki menuju kantor polisi bersama sahabatnya demi meminta pertolongan untuk sang ibu yang diduga dianiaya ayahnya sendiri.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (19/10/2026). Aksi anak tersebut menuai perhatian karena ia berinisiatif mencari bantuan setelah khawatir terhadap keselamatan ibunya dan saudara perempuannya di rumah.
- Antara
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak itu berjalan kaki sekitar dua kilometer dari kediamannya di kawasan Jalan Kenari menuju Polsek Pontianak Barat.
Ia dilaporkan tidak memiliki telepon seluler untuk menghubungi petugas sehingga memilih datang langsung ke kantor polisi.
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah mendengar pengaduan anak itu, petugas Unit Enggang Polsek Pontianak Barat segera mendatangi rumah korban di kawasan Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Kenari 2, untuk memastikan kondisi keluarga tersebut.
Polisi Temukan Ibu dengan Luka di Bibir, Rumah Berantakan
Setibanya di lokasi, polisi menemui suami korban. Pria tersebut membantah adanya keributan serius dan menyebut persoalan yang terjadi hanya masalah rumah tangga biasa.
- TikTok Lambe Turah Official
"Bertengkar biasa bang, nggak ada apa-apa. Biasalah, urusan rumah tangga," kata sang ayah, dilansir dari unggahan TikTok Lambe Turah Official.
"Kehadiran kita di sini mendapat aduan masyarakat. Amannya, aman yang kayak mana nih amannya? Boleh kita ketemu istrinya?" tanya sang polisi.
Saat ditanya mengenai keberadaan istrinya, ia mengatakan sang istri sedang tidur. Namun, setelah petugas meminta korban keluar untuk dimintai keterangan, polisi mendapati perempuan tersebut dalam kondisi syok dengan luka di bagian bibir.
Petugas juga melihat sejumlah barang di dalam rumah berantakan. Kondisi itu menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika polisi menindaklanjuti laporan tersebut.
Kepada petugas, korban mengaku dirinya bersama anak perempuannya diduga dikurung di dalam kamar dan tidak diperbolehkan keluar rumah.
Korban menyebut dugaan penganiayaan terjadi pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah suaminya pulang bekerja. Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan keterlambatan menjemput yang membuat terlapor marah.
Load more