Kabar Duka! Mantan Bupati Bungo Dua Periode, Zulfikar Achmad Meninggal Dunia
- Instagram @dpr_ri
Jakarta, tvOnenews.com — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Mantan Bupati Bungo dua periode, Drs. H. Zulfikar Achmad, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026).
Tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Bungo tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Premier Jakarta sekitar pukul 16.50 WIB.
Kepergian Zulfikar Achmad menjadi kehilangan bagi masyarakat Bungo dan Provinsi Jambi. Pasalnya, almarhum merupakan salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan daerah hingga politik nasional.
Dua peninggalan disebut sebagai hasil pembangunan pada masa kepemimpinan Zulfikar adalah Bandara Muara Bungo dan Rumah Sakit H. Hanafie Muara Bungo.
Kabar meninggalnya Zulfikar juga disampaikan melalui media sosial oleh sejumlah pihak, termasuk akun resmi DPR RI.
“Segenap Pimpinan dan Anggota DPR RI serta Sekretariat Jenderal DPR RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Zulfikar Achmad, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat,” tulis Instagram @dpr_ri.
Profil Zulfikar Achmad
- Instagram @zulfikar_achmad17
Drs. H. Zulfikar Achmad lahir di Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, pada 17 Mei 1946. Ia merupakan politikus Partai Demokrat yang pernah menjabat sebagai Bupati Bungo selama dua periode berturut-turut.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Zulfikar lebih dahulu memiliki pengalaman di sektor usaha dan perusahaan pelayaran.
Berdasarkan daftar riwayat hidup yang tercantum dalam data MPR RI, ia pernah bekerja sebagai asisten manajer di perusahaan pelayaran PT Porodisa Raya Shipping Lines pada 1975–1979.
Ia kemudian menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan swasta, termasuk Direktur Operasi PT Timika Jaya Jakarta serta Direktur Utama di beberapa perusahaan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Bungo.
Karier Politik Zulfikar Achmad
Karier politik Zulfikar Achmad mencapai salah satu puncaknya ketika ia dipercaya menjadi Bupati Bungo pada 2001.
Ia memimpin Kabupaten Bungo selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011.
Selama satu dekade kepemimpinannya, Zulfikar dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Bungo.
Sejumlah proyek pembangunan strategis turut menjadi bagian dari catatan kepemimpinannya, termasuk Bandara Muara Bungo dan Rumah Sakit H. Hanafie.
Kontribusinya dalam mendorong pembangunan daerah membuat Zulfikar mendapat julukan Bapak Pembangunan Bungo.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai bupati, ia sempat mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur Jambi 2010 dengan berpasangan bersama Ami Taher.
Tidak berhenti di pemerintahan daerah, Zulfikar Achmad kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai wakil rakyat di Senayan.
Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi pada Pemilu 2014.
Kepercayaan masyarakat kembali diperolehnya pada Pemilu 2019 dan 2024. Dengan demikian, Zulfikar tercatat menjalani tiga periode sebagai anggota DPR RI, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Pada Pemilu 2024, Zulfikar memperoleh 50.927 suara dari daerah pemilihan Jambi.
Bahkan, ketika pelantikan anggota DPR RI periode 2024–2029 pada 1 Oktober 2024, ia menjadi salah satu anggota tertua di parlemen. Saat itu, usianya telah menginjak 78 tahun.
Load more