Pernyataan Resmi SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya Capai 16 Orang
- Dok. Labschool Cibubur
tvOnenews.com - Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh maraknya perbincangan seputar dugaan kasus perundungan yang terjadi di lingkungan SD Labschool Cibubur.
Peristiwa pelik ini mendadak viral dan menyedot perhatian publik secara luas karena diduga melibatkan seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang diperkirakan baru menginjak usia sekitar 6 tahun sebagai terduga pelaku.
Kasus ini sendiri mulai mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan warganet setelah pemilik akun Threads @multhia67 membagikan cerita serta kronologinya secara terbuka.
Dalam narasinya, pemilik akun tersebut mengungkapkan kekecewaannya karena menilai pihak sekolah justru mengambil keputusan yang dianggap kurang tepat.
Menurut pandangannya, terduga pelaku justru dikembalikan begitu saja ke dalam ruang kelas. Ia dengan tegas berpendapat bahwa ruang kelas bukanlah tempat yang ideal untuk dijadikan lokasi observasi bagi anak yang menunjukkan perilaku problematik.
Tidak hanya itu, @multhia67 juga mengklaim bahwa pihak sekolah terkesan mengabaikan kondisi psikis serta mental dari siswa-siswa lainnya yang menjadi korban.
"Lucu sekaliii saudara sebangsa, anak 6 th pelaku rundung malah dikembalikan ke kelas dan dengan observasi setelah di lakukan pemisahan selama 6 minggu," tulis @multhia67, dikutip Jumat (6/11/2026).
"Total korban yg awal nya 14, skrg bertambah jadi 16 anak dan teman 1 kelas nya semua termasum anak gw."
"Itu sekolah bukan lg ranah rehabilitasi dan ruang kelas bukan tempat trial atau observasi anak problematik. Kenapa pihak sekolah ngotot sekali membalikan itu 'pelaku' ke dalam kelas," sambungnya.
- Threads/multhia67
Menanggapi polemik yang kian meluas di ruang publik, pihak manajemen SD Labschool Cibubur akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah tersebut.
Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terjadi serta memahami perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan oleh para orang tua, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak.
Pihak manajemen menegaskan bahwa setiap proses penanganan dan pembinaan dilaksanakan secara objektif, proporsional, dan profesional dengan mengedepankan prinsip pendidikan, disiplin positif, serta kepentingan terbaik bagi setiap siswa.
"Menanggapi berbagai informasi dan opini yang berkembang di masyarakat maupun media sosial terkait kejadian antarsiswa di lingkungan SD Labschool Cibubur, kami menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terjadi serta memahami perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan oleh parang orang tua, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak," tulis Labschool Cibubur dalam pernyataan resminya.
- Dok. Labschool Cibubur
Sebagai bentuk tanggung jawab, SD Labschool Cibubur mengklaim telah melakukan langkah penanganan berupa fasilitasi pertemuan dan komunikasi antarpihak, serta melibatkan psikolog sekolah untuk memberikan pendampingan psikologis guna memastikan kondisi emosional dan kesehatan mental seluruh siswa terdampak tetap terjaga.
Terkait penilaian dan penyikapan terhadap suatu masalah, pihak sekolah menyatakan, bahwa hal tersebut harus didasarkan pada fakta.
"Penilaian dan penyikapan terhadap suatu permasalahan perlu didasarkan pada fakta yang utuh dan terverifikasi."
"Sekolah menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan pendapat, masukan, dan kritik sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan," jelas pihak SD Labschool Cibubur.
Manajemen SD Labschool Cibubur juga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. (ism)
Load more