News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua Panpel Arema FC Nyatakan Ikhlas Ditetapkan Sebagai Tersangka Insiden Kanjuruhan: Tanggung Jawab ini Saya Pikul,

Abdul Haris selaku Ketua Panpel Arema FC nyatakan ikhlas ditetapkan sebagai tersangka insiden Kanjuruhan, Tragedi berdarah menewaskan ratusan Aremania Malang.
Jumat, 7 Oktober 2022 - 20:15 WIB
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris (kedua kiri) pada saat jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (7/10/2022).
Sumber :
  • antara

Malang, Jawa Timur - Buntut tragedi berdarah kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan Aremania karena terhimpit berdesakan akibat tembakan gas air mata oleh polisi, Jumat (7/10/2022).

Insiden pertandingan gelaran Liga 1 antara Arema FC sebagai tuan rumah menjamu Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3. Pasca pertandingan kericuhan mulai terjadi yang turut memakan ratusan korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Panpel Arema FC Nyatakan Ikhlas Ditetapkan Sebagai Tersangka Insiden Kanjuruhan:  Tanggung Jawab ini Saya Pikul.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris menyatakan bahwa ia menerima keputusan pihak berwajib yang menetapkan dirinya sebagai salah satu dari enam tersangka dalam tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut, 

Dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, Abdul Haris mengatakan bahwa ia ikhlas dan menerima penetapan sebagai salah satu tersangka pada tragedi tersebut dan menyatakan siap untuk bertanggung jawab.

"Kalau saya dijadikan tersangka, saya pun siap menerima, saya ikhlas. Tanggung jawab ini saya pikul, atas nama kemanusiaan. Saya takut siksa Allah daripada siksa dunia. Tidak apa-apa kalau memang ini adalah takdir saya, musibah yang saya hadapi," kata Haris, sapaan akrabnya.

Haris menjelaskan, dunia sepak bola selalu menjunjung tinggi sportifitas, yang berarti mampu dan siap untuk mengakui kesalahan yang terjadi. Secara moral, ia menyatakan siap bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya atas tragedi tersebut. 

"Ini adalah kesalahan saya. Saya sebagai ketua panpel tidak bisa menyelamatkan, tidak bisa melindungi suporter. Secara moral saya siap dan saya akan mengikuti proses hukum dengan segala risiko yang saya hadapi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Haris juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut. Ia meminta maaf karena tak mampu menangani tragedi kemanusiaan itu usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berduka cita. Kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adik ku, saudara-saudara ku, yang tanpa dosa, mereka meregang nyawa. Saya mohon maaf," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Abdul Haris, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa kliennya disibukkan dengan perawatan para korban usai tragedi tersebut terjadi, sehingga tidak bisa menjawab konfirmasi dari media.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Keluarga Korban Pengeroyokan oleh Anggota DPRD Bekasi Nyatakan Kekecewaan atas Putusan Hakim

Keluarga Korban Pengeroyokan oleh Anggota DPRD Bekasi Nyatakan Kekecewaan atas Putusan Hakim

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cikarang telah menjatuhkan vonis terhadap anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, dalam kasus pengeroyokan terhadap Fendy (41). 
Berupaya Meningkatkan Kapasitas Usaha dan Memperluas Pemahaman Pasar, BPKP dan Kementerian Pertanian Menggelar Pelatihan untuk Pekebun Kelapa Sawit

Berupaya Meningkatkan Kapasitas Usaha dan Memperluas Pemahaman Pasar, BPKP dan Kementerian Pertanian Menggelar Pelatihan untuk Pekebun Kelapa Sawit

Sebanyak 28 pekebun kelapa sawit swadaya mengikuti pelatihan Informasi Pasar dan Promosi untuk tingkatkan kapasitas usaha dan memperluas pemahaman akses pasar
Dilantik Jadi KSP, Listyo Sigit Dinilai Mampu Beri Terobosan Realisasi Program Era Presiden Prabowo

Dilantik Jadi KSP, Listyo Sigit Dinilai Mampu Beri Terobosan Realisasi Program Era Presiden Prabowo

Usai memimpin Polri, Listyo Sigit Prabowo kini didapuk menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Di Hadapan Klub Jerman, Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks Heran Monchengladbach Bisa Kalah 6 Kali Beruntun dan Jadi Juru Kunci

Di Hadapan Klub Jerman, Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks Heran Monchengladbach Bisa Kalah 6 Kali Beruntun dan Jadi Juru Kunci

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, buka suara setelah klubnya, Borussia Monchengladbach, mencatat sederet hasil buruk di Liga Jerman musim ini.
Pesan Haru Pendeta Gilbert untuk Kamaruddin Simanjuntak: Rumahmu Sudah Jadi

Pesan Haru Pendeta Gilbert untuk Kamaruddin Simanjuntak: Rumahmu Sudah Jadi

Pendeta Gilbert Lumoindong menyampaikan pesan haru untuk mengenang Kamaruddin Simanjuntak yang dikabarkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026). Kenang sosok.
Didapuk Jadi Kepala BNPPDT, Jenderal TNI Maruli Genjot Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

Didapuk Jadi Kepala BNPPDT, Jenderal TNI Maruli Genjot Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut mengemban tugas sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT).

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang meninggal dunia usai tertimpa salib saat pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador.
Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update ranking BWF usai Denmark Open 2026. Sejumlah posisi pebulu tangkis Indonesia melesat, namun ada beberapa andalan tanah air yang turun peringkat seperti Jonatan Christie.
Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Mantan KSAD Subagyo HS Akan Dimakamkan Besok di TMP Kalibata Jakarta

Kabar duka menyelimuti dunia militer, mantan KSAD Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo meninggal, pada Senin (19/10/2026). Subagyo HS meninggal di usia 80 tahun. 
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Selengkapnya

Viral