Anak Dilecehkan Bapak Turun Tangan, Eh Malah Kena Urusan Polisi
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Semarang, Jawa Tengah - Merasa anaknya dilecehkan oleh para remaja, IWP yang merupakan seorang ayah di Kabupaten SemarangĀ terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan kekerasan secara bersama sama terhadap delapan orang dimanaĀ tujuh di antaranya merupakan anak-anak.Ā
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA, mengatakan, pelaku IWP bersama dengan 4 orang lainnya yaitu EJS, RUP, P dan H, ditangkapĀ Satreskrim Polres Semarang. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Adapun 8 korban tersebut adalah AL (20 tahun), B (16 tahun), R (15 tahun), N (17 tahun), I (17 tahun), B (17 tahun), W (17 tahun), dan LA (17 tahun).Ā
" Pengeroyokan tersebut terjadi Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 13.00 di Sasana milik tersangka IWP yang beralamat diĀ Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang," jelasĀ AKBP Yovan FatikaĀ saat rilis ungkap kasus, Selasa (5/10/2021).Ā
Kronologi pengeroyokan terhadap para korban ini dipicu kejadian pada Jumat (10/9/2021) di Kolam Renang Glodokan. Saat itu,anak perempuan IWP sedang ganti baju di salah satu ruangan. Tiba-tiba, AL mendorong pintu ruangan karena tidak mengetahuiĀ sedang digunakan, dimana didalam kamar ganti tersebut ada anak dari IWP.Ā
"Karena reflek ada yang membuka pintu, anak perempuan tersebut mendorong pintu hingga tangan AL terjepit. AL lalu berusahaĀ mendorong lagi untuk menarik tangannya. Setelah itu anak perempuan tersebut langsung pergi," jelas Yovan.
Keesokan harinya, delapan orang tersebut dihampiri para pelaku dan dibawa ke lokasi milik IWP dan disinilah terjadiĀ kekerasan yang dilakukan IWP bersama dengan tersangka lainnya.Ā
" Dilokasi inilah para pelaku melakukan berbagai tindak kekerasan terhadap para korban dimana beberapa diantaranya masihĀ anak anak. Dan usai menerima kekerasan, korban kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit dan membuat laporan polisi", ujarĀ Yovan.
Sementara itu IWP mengaku tidak terima anak perempuannya dilecehkan oleh para remaja tersebut, apalagi usai kejadian diĀ kolam renang tidak ada itikad untuk minta maaf.Ā
"Tidak ada orangtua yang terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu. Apalagi saat itu mereka malah ketawa-tawa dan tidakĀ ada perasaan menyesal," ungkap IWP.Ā
Load more