GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh, Pasutri di Medan Racik Ekstasi Yang tak Laku Jadi Kopi Sachet dan Dijual

keduanya membuat atau memproduksi sendiri narkotika dan psikotropika. Kemudian dikemas dicampur dengan kopi kemasan sachet dan dijual.
Rabu, 15 September 2021 - 08:42 WIB
Tersangka pembuat pil ekstasi di Medan
Sumber :
  • Tim tvOne

Medan - Tim Reserse Narkotika Polrestabes Medan menangkap pasangan suami istri yang menjual ekstasi dalam kemasan kopi sachet. Diketahui keduanya membuat atau memproduksi sendiri narkotika dan psikotropika. Kemudian dikemas dicampur dengan kopi kemasan sachet dan dijual.

Pasangan suami istri berinisial J (laki - laki, 30) dah MC (perempuan, 25) merupakan warga Jalan Budi Kemenangan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.  Penangkapan ini pun bermula dari informasi masyarakat, bahwa yang bersangkutan dicurigai sering melayani transaksi dan memproduksi narkoba di rumahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat digeledah, ternyata betul yang bersangkutan sedang ada di dalam rumah. Terdapat satu meja khusus untuk memproduksi narkoba. 

"Pasangan suami istri yang membuat atau memproduksi narkotika dan psikotropika, membeli ekstasi yang menurut pengakuannya tidak laku di tempat - tempat hiburan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko kepada tvonenews.com, saat menggelar konferensi pers terkait tindak pidana narkotika dan psikotropika yang terjadi minggu terakhir ini di Kota Medan, Selasa (14/9)

Menurut Riko, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui ada salah satu pemasok yang biasa datang ke rumahnya. Kemudian dikemas dicampur dengan kopi kemasan sachet dan dijual. 

Dikatakan, kedua tersangka mengaku cara berjualan ini yang paling laku. Riko pun mengungkapkan proses pembuatan yang dilakukan oleh tersangka. 

"Tersangka membuat kopi dicampur dengan ekstasi yang sudah di blender. Kemudian dipress lagi," ujarnya. 

MC berperan membantu mengepak atau mempres produksi ini. Termasuk yang mengantarkan barang transaksi di tempat - tempat lain. 

Sementara J, selain produksi di rumahnya, ia langsung mengantarkan ke tempat - tempat hiburan maupun ke rumah - rumah yang memesan. Selain ekstasi, ada pula cairan Keytamin yang dijual dan juga membuat kemasan - kemasan lintingan ganja yang dibuat pakai paket. 

"Suami istri ini pengakuannya baru beberapa bulan, namun dari hasil penelusuran kami ada 5 rekening yang dibuat oleh yang bersangkutan untuk melakukan transaksi," sebutnya. 

Riko menjelaskan para tersangka juga beberapa kali memakai rekening dari orangtuanya untuk transaksi barang haram itu. Saat ini pihaknya pun masih mendalami kasus ini karena yang bersangkutan melakukan modus pakai aplikasi jual beli online, menggunakan jasa antar salah satu jual beli online juga. 

Dengan begitu, suami istri ini dikenakan pasal 113, 112,114 UU nomor 35 tahun 2009, kemudian pasal 60 UU nomor 5 tahun 1997 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 thun dan paling lama 20 tahun atau hukuman mati. 

Barang bukti yang diamankan, di antaranya bungkus narkotika jenis sabu, 214 narkotika pil ekstasi, 4 bungkus sachet kopi campur yang belum sempat dijual oleh yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu 1 serbuk pil ekstasi yang sudah digerus atau sudah diblender yang rencananya akan dicampur makanan - makanan.  

1 bungkus serbuk daun ganja yang belum sempat di buat paket, 1.205 butir pil happy five, 168 pil Alprazolam,  38 botol Keytamin, 168 bungkus plastik kecil Keytamin dan sisanya adalah peralatan yang digunakan oleh yang bersangkutan. BahanaSitumorang

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lensa Berbicara: Kontainer Proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi Jadi Sasaran Vandalisme

Lensa Berbicara: Kontainer Proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi Jadi Sasaran Vandalisme

Kontainer proyek pembangunan Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum tidak dikenal. 
Rektorat UPN Veteran Yogyakarta Digeruduk, Mahasiswa Tuntut Penuntasan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh 8 Dosen

Rektorat UPN Veteran Yogyakarta Digeruduk, Mahasiswa Tuntut Penuntasan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh 8 Dosen

Ratusan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi guna mendesak pimpinan kampus segera mengusut kasus dugaan kekerasan seksual oleh 8 dosen
Cristian Gonzales Tiba-tiba Sowan ke Wak Haji Umuh Jelang Laga Penentuan Persib Bandung Juara Super League 2025-2026

Cristian Gonzales Tiba-tiba Sowan ke Wak Haji Umuh Jelang Laga Penentuan Persib Bandung Juara Super League 2025-2026

Legenda Timnas Indonesia, Cristian Gonzales bertemu dengan manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar sebelum laga terakhir Maung Bandung di Super League 2025/2026.
Al Nassr vs Damac FC 4-1: Cristiano Ronaldo Akhirnya Angkat Trofi Liga Pro Saudi!

Al Nassr vs Damac FC 4-1: Cristiano Ronaldo Akhirnya Angkat Trofi Liga Pro Saudi!

Cristiano Ronaldo bersama rekan-rekannya di Al Nassr akhirnya berpesta pora karena keluar sebagai juara Liga Pro Saudi 2025/2026, usai mengalahkan Damac FC.
Puan Angkat Bicara soal Pujian Presiden Prabowo untuk PDIP: Kritik Kami Konstruktif

Puan Angkat Bicara soal Pujian Presiden Prabowo untuk PDIP: Kritik Kami Konstruktif

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani angkat bicara terkait Presiden Prabowo Subianto memuji PDIP pada rapat paripurna DPR.
Usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga Jabar karena Hal Ini

Usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga Jabar karena Hal Ini

Usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung, Dedi Mulyadi sampaikan permintaan maaf ke warga Jawa Barat, ternyata ia meminta maaf karena hal ini.

Trending

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Dibalik Keberhasilan Memimpin Maluku Utara, Sherly Tjoanda Mengaku Kehilangan 2 Pilar Penting dalam Hidupnya

Dibalik Keberhasilan Memimpin Maluku Utara, Sherly Tjoanda Mengaku Kehilangan 2 Pilar Penting dalam Hidupnya

Dibalik kebijakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dalam menyelesaikan masalah warganya, siapa sangka istri mendiang Benny Laos mengorbankan banyak hal.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Puan Ungkap Keterwakilan Perempuan di DPR Belum Penuhi Target 30 Persen

Puan Ungkap Keterwakilan Perempuan di DPR Belum Penuhi Target 30 Persen

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti soal jumlah keterwakilan perempuan di Parlemen. Menurutnya, jumlah pada periode 2024-2029 belum memenuhi target.
Usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga Jabar karena Hal Ini

Usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga Jabar karena Hal Ini

Usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung, Dedi Mulyadi sampaikan permintaan maaf ke warga Jawa Barat, ternyata ia meminta maaf karena hal ini.
Selengkapnya

Viral