Joe Biden Umumkan Ikut Pilpres 2024, Dia Janjikan Ini...
- ANTARA
Beberapa jam setelah pengumuman, Biden berpidato di Washington di hadapan para anggota serikat perdagangan AS yang meneriakkan "empat tahun lagi".
Dia mengulangi daftar pencapaiannya sejak dia menjabat pada Januari 2021, dan mengatakan bahwa dia melihat dunia dari mata "pekerja" daripada mereka yang di Wall Street.
"Kita menciptakan lapangan kerja lagi. Manufaktur telah hidup kembali. Warga bisa mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Kota-kota yang telah terlupakan dan ditinggalkan mati kembali hidup karena Anda semua dan apa yang kita lakukan," kata Biden. "Sekarang kita harus mempertahankannya," ucapnya.
Wakil Presiden Kamala Harris, yang tampil menonjol dalam video berdurasi tiga menit berjudul "Freedom" (kebebasan) mengatakan dia akan menjadi pasangan Biden dalam pemilihan berikutnya, dan menyebut saat ini sebagai "momen penting dalam sejarah AS."
Tim Biden mengatakan bahwa kampanye 2024 akan ditangani oleh Julie Rodriguez, yakni seorang penasihat senior Gedung Putih yang juga terlibat dalam kampanye sebelumnya.
Sejauh ini tidak ada saingan serius untuk pencalonan dari Partai Demokrat, meski kepopularan petahana (Biden) tidak terlalu tinggi, bahkan di kalangan Demokrat.
Jajak pendapat NBC News yang dirilis Minggu (23/4), memperlihatkan hanya 26 persen pemilih AS yang berpikir Biden perlu mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, sementara 70 persen percaya dia tidak perlu melakukannya, dengan kekhawatiran tentang usianya sebagai alasan utama.
Survei nasional yang sama juga menunjukkan bahwa Trump (76 tahun) terus berada jauh di depan semua pesaingnya dari Partai Republik, terlepas dari dakwaan baru-baru ini terhadapnya atas pembayaran uang suap kepada seorang bintang porno dan penyelidikan lain atas perilaku Trump di masa lalu.
Dalam video, yang disiarkan pada Selasa pagi dan juga menyertakan gambar aktivis hak aborsi yang memprotes Mahkamah Agung AS, Biden memperingatkan bahwa hak dasar yang dijamin di AS terancam oleh para sekutu Trump.
"Setiap generasi warga Amerika telah menghadapi momen dimana mereka harus mempertahankan demokrasi. Membela kebebasan pribadi kita. Membela hak pilih dan hak sipil kita. Dan inilah momen kita," katanya. "Ayo kita selesaikan pekerjaan ini. Saya tahu kita bisa," ujarnya.
Load more