Hari Ini 14 Mei 2023 Pemilu Turki Digelar, Skandal Video Porno dan Oposisi Hingga Campur Tangan Asing
- ANTARA
(Sinan Ogan. Sumber: ANTARA)
Di bawah kepemimpinan Erdogan, Turki berubah menjadi sistem presidensial yang didukung oleh jaringan patronase luas yang setia kepada Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), menolak upaya kudeta militer pada tahun 2016 dan sering mencap lawan-lawannya sebagai musuh negara.
Erdogan juga telah meningkatkan jejak Turki di luar negeri dan membentuk kembali ekonominya sesuai citranya, mengawasi proyek dan pembangunan infrastruktur yang besar, tetapi juga krisis ekonomi di mana nilai lira Turki telah berkurang setengahnya dalam satu tahun terakhir saja.
Skandal Video Porno
Tiga hari sebelum pemilihan presiden paling ketat di Turki, salah satu dari empat calon presiden, Muharrem Ince telah mengundurkan diri dari pencalonan.
Keputusan itu diambil setelah Ince mengaku mendapat tekanan atas tuduhan video porno yang melibatkan dirinya. Ince berada di bawah tekanan untuk memecah suara oposisi, ketika mereka memiliki peluang terbesar untuk menyingkirkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari kekuasaan.
"Saya menarik pencalonan saya," katanya kepada wartawan, dikutip dari BBC Internasional.
(Muharrem Ince. Sumber: ANTARA)
Merujuk pada gambar dan video porno palsu, Ince mengaku bahwa hal itu merupakan salah satu alasannya untuk mengundurkan diri. Dia mengeluh bahwa selama 45 hari dia telah difitnah dan mengalami pembunuhan karakter karena video seks palsu tersebut.
"Faktur palsu, video palsu, gambar palsu, mereka mengambil video dari situs porno Israel dan menambahkan wajah saya di sana," ujarnya.
Keputusan Ince untuk menarik diri mendorong Erdogan untuk bersaing dengan lawan sengitnya, Kemal Kilicdaroglu. Mundurnya Ince juga disebut-sebut membuat pasar saham utama Turki melonjak turun.(ito)
Load more