GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Akan Donasikan Otak Bruce Willis untuk Penelitian Demensia Frontotemporal, Dunia Medis Beri Respons

Keluarga Bruce Willis memutuskan mendonorkan otak sang aktor untuk penelitian demensia frontotemporal setelah ia meninggal dunia. Keputusan ini menarik perhatian dunia.
Jumat, 28 November 2025 - 17:58 WIB
Aktor Bruce Willis menghadiri pemutaran perdana Eropa "Glass" di London, Inggris 9 Januari 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/REUTERS

Jakarta, tvOnenews.com – Keluarga aktor legendaris Hollywood, Bruce Willis, resmi menyatakan akan mendonasikan otak sang aktor untuk kepentingan penelitian ilmiah setelah Willis meninggal dunia.

Keputusan besar ini disampaikan langsung oleh sang istri, Emma Heming Willis, melalui wawancara dan dalam buku terbarunya berjudul The Unexpected Journey. Langkah tersebut kini menjadi sorotan global karena dinilai sebagai kontribusi penting bagi dunia medis, terutama dalam penelitian demensia frontotemporal atau FTD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bruce Willis mengundurkan diri dari dunia akting pada 2022 setelah didiagnosis menderita afasia, gangguan saraf yang memengaruhi kemampuan berbicara dan berbahasa. Setahun kemudian, kondisinya diperbarui menjadi demensia frontotemporal, penyakit yang menyerang otak bagian depan dan pelipis sehingga memengaruhi perilaku, kepribadian, daya komunikasi, hingga fungsi kognitif lainnya.

FTD hingga kini masih menjadi salah satu jenis demensia yang paling sulit dipahami. Banyak gejalanya yang sering disalahartikan sebagai depresi, stres, atau gangguan mental lain karena keterbatasan teknologi medis dalam melihat secara detail perubahan struktur otak akibat penyakit tersebut.

Keputusan keluarga Willis mendonasikan otak sang aktor dinilai dapat membuka akses baru bagi para ilmuwan untuk memahami lebih jauh bagaimana penyakit ini berkembang. Para peneliti berharap, melalui studi jaringan otak Bruce Willis, mereka dapat mengidentifikasi perubahan biologis seperti penumpukan protein abnormal, mutasi genetik, hingga kerusakan struktur saraf yang tidak dapat terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan medis biasa.

Bagi Emma Heming Willis dan keluarga, keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun, mereka sepakat bahwa langkah tersebut akan menjadi warisan bermakna dari sosok Bruce Willis di luar layar lebar. “Jika kondisi ini harus terjadi, setidaknya ia dapat membantu orang lain,” tulis Emma dalam bukunya.

Keluarga besar Bruce Willis—termasuk mantan istrinya, Demi Moore, serta kelima putrinya—memberikan dukungan penuh terhadap keputusan ini. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai cara untuk mengubah luka menjadi kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan dan para pasien yang menghadapi penyakit yang sama.

Peneliti penyakit neurodegeneratif di berbagai negara langsung merespons positif keputusan ini. Beberapa ahli menyebutnya sebagai momentum penting karena hingga kini, penelitian otak pasien FTD masih sangat terbatas. Mereka berharap, dengan lebih banyak sampel dan data biologis yang tersedia, dunia medis ke depan dapat mengembangkan metode diagnosis lebih cepat, bahkan terapi untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.

Selain menjadi bentuk kontribusi ilmiah, keputusan keluarga Willis juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai demensia frontotemporal. Kondisi ini sering kali terlambat terdiagnosis karena gejalanya tidak selalu diawali dengan gangguan memori seperti Alzheimer.

Meski kondisi Bruce Willis terus menurun, keluarga menyatakan bahwa mereka tetap fokus memberi dukungan emosional dan kualitas hidup terbaik bagi sang aktor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warisan Bruce Willis bukan hanya film-film ikonik yang ia tinggalkan, tetapi juga perjuangan nyata melawan penyakit yang masih penuh misteri. Melalui donasi otaknya kelak, dunia medis berharap dapat membawa perubahan besar untuk masa depan pengobatan dan pemahaman demensia.

Keluarga Bruce Willis berharap, langkah ini dapat membuka pintu bagi penelitian yang lebih luas dan memberi harapan bagi jutaan keluarga yang menghadapi situasi serupa di seluruh dunia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral