GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemain Bola Kamerun yang Pernah Bermain Bola di Indonesia Reuni di KBRI Yaounde

KBRI di Yaounde menggelar pertemuan reuni dengan pensiunan pemain sepak bola Kamerun yang pernah merumput di tanah air yang diharapkan memberi momentum penguatan kerja sama di bidang olah raga antara Indonesia dan Kamerun.
Jumat, 19 Desember 2025 - 13:44 WIB
Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat bersama para eks pemain sepak bola Kamerun yang pernah merumput di tanah air.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde menggelar pertemuan reuni dengan pensiunan pemain sepak bola Kamerun yang pernah merumput di tanah air yang diharapkan memberi momentum penguatan kerja sama di bidang olah raga antara Indonesia dan Kamerun.

Menurut Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat, sepak bola merupakan instrumen yang efektif dalam diplomasi antarmasyarakat kedua negara, terutama di Kamerun yang memiliki tradisi sepak bola yang kuat seperti Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hubungan Indonesia dan Kamerun tidak hanya dibangun melalui diplomasi politik, tetapi juga melalui sepak bola dan interaksi antarmanusia,” ujar Dubes Agung, menurut keterangan tertulis KBRI Yaounde diterima Jumat.

Pertemuan tersebut dihadiri 14 mantan pesepak bola Kamerun yang menjadi bagian generasi pemain asing di kompetisi sepak bola nasional Indonesia pada kurun waktu 1990-an hingga awal 2000-an, ketika klub-klub sepak bola nasional aktif mendatangkan pemain dari Kamerun.

Menurut KBRI Yaounde, para eks pemain tersebut adalah bagian dari jejaring Indonesia-Kamerun yang mencakup lebih dari 50 pesepak bola Kamerun dengan pengalaman profesional di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Dubes Agung bersama para veteran pesepak bola membahas penguatan jejaring alumni Liga Indonesia serta peluang kerja sama pengembangan sepak bola, termasuk pembinaan sejak usia muda dan pertukaran pengalaman kepelatihan.

Para mantan pemain, yang sebagiannya kini masih aktif di dunia sepak bola sebagai pelatih atau pembina klub di Kamerun, memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengenang kembali masa-masa mereka berkompetisi di Indonesia.

Mereka berbagi kisah tentang adaptasi budaya, dinamika kehidupan di luar lapangan, serta interaksi sehari-hari dengan masyarakat yang mempererat hubungan personal dengan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu mantan pemain Kamerun, Emmanuel Maboang Kessack yang menguatkan Pelita Jaya pada 1997—1998, menilai Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Kessack pun berharap upaya KBRI Yaounde terus mendukung penguatan kerja sama Indonesia-Kamerun dalam sektor sepak bola, termasuk dengan membuka peluang sinergi antara PSSI dengan federasi Kamerun, FECAFOOT, melalui pertandingan persahabatan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Kirana Paramesti Putri Widiyanto sukses memimpin penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Global Supply Chain & Polyurethane Technical Seminar Jakarta.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Kirana Paramesti Putri Widiyanto sukses memimpin penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Global Supply Chain & Polyurethane Technical Seminar Jakarta.
Selengkapnya

Viral