News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Nicolás Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer AS: Dari Sopir Bus hingga Pemimpin Kontroversial

Profil Nicolás Maduro, Presiden Venezuela yang ditangkap militer AS. Dari sopir bus hingga pemimpin kontroversial di tengah krisis dan tekanan global.
Minggu, 4 Januari 2026 - 09:10 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Sumber :
  • Anadolu

Jakarta, tvOnenews.com — Nama Nicolás Maduro kembali menjadi sorotan tajam dunia internasional setelah Presiden Venezuela itu ditangkap oleh militer Amerika Serikat (AS). Operasi militer berskala besar dilakukan pasukan AS di Ibu Kota Karakas pada Sabtu (3/1/2026), menandai eskalasi serius dalam hubungan Washington dan Caracas.

Dalam operasi tersebut, pasukan elite antiteror AS tidak hanya menangkap Maduro, tetapi juga membawa Ibu Negara Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menjalani proses hukum atas dakwaan kejahatan narkoba, senjata, dan kejahatan lintas negara lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan ini menjadi puncak dari konflik panjang antara pemerintahan Maduro dan Amerika Serikat. Untuk memahami besarnya dampak peristiwa ini, penting menilik profil Nicolás Maduro, sosok yang memimpin Venezuela selama lebih dari satu dekade di tengah krisis multidimensi.

Latar Belakang Nicolás Maduro

Nicolás Maduro Moros lahir di Karakas pada 23 November 1962. Ia berasal dari latar belakang kelas pekerja. Sebelum terjun ke politik nasional, Maduro dikenal sebagai sopir bus dan aktivis serikat buruh transportasi. Pengalaman inilah yang membentuk citranya sebagai pemimpin rakyat kecil.

Karier politik Maduro mulai menanjak saat bergabung dengan Gerakan Revolusi Bolivarian yang dipimpin Presiden Venezuela saat itu, Hugo Chávez, pada akhir 1990-an. Kedekatannya dengan Chávez membuat Maduro masuk lingkaran inti kekuasaan.

Ia pernah menjabat sebagai anggota Majelis Nasional, sebelum dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri Venezuela pada 2006. Posisi tersebut diembannya hingga 2013 dan menjadikan Maduro salah satu figur paling berpengaruh dalam diplomasi Venezuela.

Dari Wakil Presiden ke Presiden

Loyalitas Maduro kepada Chávez berbuah posisi strategis. Pada Oktober 2012, Chávez menunjuknya sebagai Wakil Presiden, hanya beberapa bulan sebelum sang pemimpin karismatik wafat akibat kanker pada Maret 2013.

Seusai meninggalnya Chávez, Maduro ditunjuk sebagai presiden sementara. Ia kemudian memenangkan pemilihan presiden 2013 dengan selisih suara sangat tipis. Sejak saat itu, Maduro resmi menjadi Presiden Venezuela.

Kepemimpinannya berlangsung di tengah situasi ekonomi yang memburuk. Venezuela mengalami hiperinflasi ekstrem, kelangkaan pangan dan obat-obatan, runtuhnya layanan publik, serta eksodus jutaan warga ke negara lain.

Kontroversi dan Tekanan Internasional

Sepanjang masa jabatannya, Maduro kerap menuai kritik keras. Pemerintahannya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, menekan oposisi politik, membungkam media, dan memanipulasi pemilu.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat tidak mengakui legitimasi Maduro sebagai presiden. Washington menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Venezuela dan secara terbuka mendukung oposisi, dengan tujuan mendorong perubahan kepemimpinan.

AS juga menuduh Maduro terlibat dalam kejahatan narkotika dan korupsi internasional. Ia disebut berkolusi dengan jaringan kriminal besar seperti Cartel de los Soles, Kartel Sinaloa, serta kelompok kriminal Tren de Aragua untuk memasok kokain—termasuk yang dicampur fentanyl—ke pasar Amerika Serikat.

Sayembara dan Penangkapan

Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, pemerintah AS bahkan menggelar sayembara internasional bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. Nilai hadiah dinaikkan dari 25 juta dolar AS menjadi 50 juta dolar AS, setara sekitar Rp814 miliar.

Penangkapan Maduro oleh militer AS disebut Washington sebagai langkah untuk mengakhiri krisis politik dan kemanusiaan di Venezuela. Namun langkah ini memicu reaksi keras dari sekutu-sekutu Caracas.

Dampak Global dan Respons Internasional

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara-negara seperti Rusia, China, dan Iran mengecam keras penangkapan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Di dalam negeri Venezuela, pendukung Maduro menggelar demonstrasi menentang intervensi AS, sementara kelompok oposisi melihatnya sebagai peluang perubahan besar.

Penangkapan Nicolás Maduro bukan sekadar peristiwa hukum, tetapi menjadi titik balik geopolitik yang berpotensi mengubah masa depan Venezuela dan kawasan Amerika Latin. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Jakarta ‘Bernapas’! Efek WFH Disebut Polisi Bikin Jalanan Ibu Kota Mendadak Lengang

Jakarta ‘Bernapas’! Efek WFH Disebut Polisi Bikin Jalanan Ibu Kota Mendadak Lengang

Pemandangan tak biasa terjadi di jalanan Ibu Kota. Di saat hari kerja biasanya identik dengan kemacetan, kali ini arus lalu lintas Jakarta justru terlihat lebih “bernapas”. Sejumlah ruas jalan utama yang biasa padat mendadak lengang.
Kurniawan Dwi Yulianto Terpukau Lihat Progres Timnas Indonesia U-17, Sebut Mental Garuda Kian Matang Jelang Piala AFF 2026

Kurniawan Dwi Yulianto Terpukau Lihat Progres Timnas Indonesia U-17, Sebut Mental Garuda Kian Matang Jelang Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyoroti perkembangan tim asuhannya jelang Piala AFF U-17 2026. Ia menilai ada kemajuan signifikan.
Kolaborasi Berlanjut, Bank BJB Perpanjang Kemitraan Strategis dengan Mabes TNI

Kolaborasi Berlanjut, Bank BJB Perpanjang Kemitraan Strategis dengan Mabes TNI

Bank BJB kembali memperkuat sinergi strategis dengan Mabes TNI melalui penandatanganan perpanjangan perjanjian kerja sama layanan keuangan yang dilaksanakan di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (9/4/2026). 
Media Vietnam Kaget, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Siap Datangkan Raksasa Dunia untuk FIFA Matchday

Media Vietnam Kaget, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Siap Datangkan Raksasa Dunia untuk FIFA Matchday

Media Vietnam kembali menyoroti manuver Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday. Kaget skuad Garuda berpotensi datangkan raksasa dunia untuk laga persahabatan.
Pendiri Sekaligus Mantan Direktur PT DSI Akhirnya Masuk Rutan Usai Dicecar 50 Pertanyaan oleh Penyidik

Pendiri Sekaligus Mantan Direktur PT DSI Akhirnya Masuk Rutan Usai Dicecar 50 Pertanyaan oleh Penyidik

Babak baru kasus dugaan penipuan dan penggelapan kembali bergulir panas. Bareskrim Polri resmi tahan pendiri sekaligus Direktur PT Dana Syariah Indonesia (DSI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral