China Dukung Sidang Darurat DK PBB soal Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS
- Antara Foto
China juga menilai tindakan sepihak AS mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia. Meski demikian, Lin Jian enggan menjawab secara spesifik ketika ditanya apakah penangkapan Maduro berpotensi memicu ketidakstabilan global yang lebih luas.
“Izinkan saya menegaskan kembali bahwa China sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekerasan terang-terangan terhadap negara berdaulat. Tindakan hegemonik tersebut melanggar kedaulatan Venezuela dan mengancam perdamaian regional,” tambahnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili di AS atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme. Operasi militer tersebut dinamakan Operasi Absolute Resolve, yang menurut Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dilakukan secara diam-diam, cepat, dan tepat sasaran.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat siap “mengelola” Venezuela hingga proses transisi pemerintahan dinilai aman. Ia bahkan menyebut kemungkinan pengerahan pasukan tambahan serta rencana perbaikan infrastruktur minyak Venezuela yang disebutnya rusak.
Di sisi lain, pemerintah Venezuela membantah seluruh tuduhan tersebut. Caracas menyebut operasi militer AS sebagai pelanggaran mutlak terhadap kedaulatan negara dan langsung menetapkan status darurat nasional.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara. Rodríguez menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan dan sumber daya alam Venezuela, sekaligus menuntut pemulangan segera Presiden Maduro dan Celia Flores.
Situasi ini menambah ketegangan geopolitik global, dengan DK PBB kini menjadi panggung utama bagi perdebatan soal legitimasi tindakan militer lintas negara dan masa depan stabilitas kawasan Amerika Latin. (nsp)
Load more