Lavrov Sentil Elit Barat Lewat Dokumen Epstein: Dunia Lihat Wajah Asli Kekuasaan Tersembunyi
- Netflix
Pada 2019, Epstein didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut. Ia terancam hukuman penjara lebih dari 40 tahun. Menurut pihak penuntut, sejak 2002 hingga 2005, Epstein melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur yang ia temui di kediamannya di New York dan Florida.
Para korban disebut menerima bayaran tunai, dan sebagian di antaranya kemudian diminta merekrut gadis-gadis lain untuk Epstein. Beberapa korban bahkan dilaporkan berusia sekitar 14 tahun. Kasus ini memicu kemarahan publik luas di Amerika Serikat dan dunia internasional karena menyentuh isu eksploitasi anak, kekuasaan, serta dugaan keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh.
Bagi Lavrov, publikasi dokumen Epstein bukan hanya soal mengungkap kejahatan individu, tetapi juga menjadi cermin terhadap apa yang ia sebut sebagai kerusakan moral dan krisis nilai di kalangan elite Barat. Ia menilai dunia internasional perlu lebih waspada terhadap praktik-praktik yang berlangsung di balik layar kekuasaan.
Lavrov juga menegaskan bahwa isu tersebut menguatkan pandangannya tentang adanya struktur kekuasaan global yang tertutup, yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai demokrasi dan keadilan yang selama ini diklaim oleh negara-negara Barat.
Meski demikian, pernyataan Lavrov juga memicu perdebatan internasional, terutama mengenai penggunaan istilah seperti “deep state” dan generalisasi terhadap elite Barat. Sejumlah pihak menilai kasus Epstein harus dipandang sebagai proses hukum pidana terhadap individu, bukan sebagai cerminan tunggal dari sistem politik suatu kawasan.
Namun, Lavrov menegaskan bahwa dokumen Epstein tetap memiliki makna simbolik yang besar dalam konteks geopolitik global. Menurutnya, kasus tersebut memperlihatkan sisi gelap kekuasaan yang selama ini luput dari sorotan publik.
Pernyataan Menlu Rusia itu menambah dimensi politik dalam diskursus internasional tentang transparansi elite, akuntabilitas hukum, serta hubungan antara kekuasaan, moralitas, dan kepercayaan publik di era modern. (ant/nsp)
Load more