News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Iran Tanpa Ali Khamenei: Tiga Figur Ambil Alih Komando, Teheran Masuk Babak Kepemimpinan Darurat

Iran tetapkan kepemimpinan sementara usai Ali Khamenei gugur. Presiden, ketua pengadilan, dan Dewan Wali jalankan tugas pemimpin tertinggi.
Minggu, 1 Maret 2026 - 11:41 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/PY.

Teheran, tvOnenews.com – Republik Islam Iran resmi memasuki fase kepemimpinan sementara setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Pemerintah Iran menetapkan mekanisme darurat dengan menunjuk tiga figur kunci negara untuk menjalankan tugas pemimpin tertinggi hingga proses suksesi permanen ditetapkan.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber menyatakan, berdasarkan konstitusi Republik Islam, kewenangan Pemimpin Tertinggi untuk sementara dijalankan secara kolektif oleh Presiden Iran, Ketua Mahkamah Agung, serta satu anggota Dewan Wali Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” ujar Mokhber sebagaimana dikutip kantor berita IRNA.

Serangan Mematikan dan Balasan Iran

Penetapan otoritas sementara ini menyusul eskalasi militer terbesar yang dialami Iran dalam beberapa dekade terakhir. Pada Sabtu pagi waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara dan rudal yang menghantam sejumlah titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Aksi saling serang itu menandai eskalasi konflik terbuka yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan dan keamanan global.

Dalam perkembangan paling krusial, Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal yang menghantam kompleks tempat kerjanya. Kabar wafatnya tokoh sentral Republik Islam tersebut menjadi guncangan politik terbesar bagi Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Masa Berkabung Nasional

Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Selain itu, aktivitas pemerintahan diliburkan selama satu pekan sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin yang telah memimpin Iran lebih dari tiga dekade.

Media pemerintah menayangkan suasana duka di berbagai kota besar Iran. Bendera nasional dikibarkan setengah tiang, sementara sejumlah agenda kenegaraan dibatalkan atau ditunda. Pemerintah juga meningkatkan pengamanan di seluruh wilayah, terutama di fasilitas strategis dan pusat pemerintahan.

IRGC dan Militer Bersumpah Membalas

Kematian Khamenei segera memicu reaksi keras dari unsur militer Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran secara terbuka bersumpah akan membalas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.

Dalam pernyataan tertulis terpisah, kedua institusi menegaskan bahwa gugurnya Khamenei tidak akan melemahkan Republik Islam Iran. Sebaliknya, peristiwa itu disebut akan memperkuat tekad Iran untuk melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

IRGC menegaskan seluruh kemampuan militer Iran berada dalam status siaga penuh. Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi lanjutan di Timur Tengah.

Kepemimpinan Sementara, Bukan Kekosongan

Penunjukan otoritas kolektif menunjukkan bahwa sistem Republik Islam Iran telah menyiapkan mekanisme konstitusional untuk menghadapi kekosongan pemimpin tertinggi. Dalam struktur negara Iran, Dewan Wali dan Majelis Pakar memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kekuasaan dan menentukan pemimpin tertinggi berikutnya.

Namun, kepemimpinan sementara ini dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek. Tantangan utama bagi Teheran adalah menjaga stabilitas internal di tengah tekanan eksternal yang meningkat, serta memastikan rantai komando politik dan militer tetap solid.

Pengamat menilai, periode transisi ini akan menjadi ujian berat bagi ketahanan institusi Iran. Selain ancaman militer, pemerintah juga menghadapi risiko gejolak ekonomi, tekanan sanksi, serta potensi ketidakpuasan publik di tengah situasi krisis.

Iran Masuk Fase Penentuan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gugurnya Ali Khamenei tidak hanya mengakhiri satu era, tetapi juga membuka babak baru yang penuh ketidakpastian bagi Iran. Untuk pertama kalinya sejak 1989, Republik Islam harus berjalan tanpa figur pemimpin tertinggi yang selama ini menjadi poros ideologi, politik, dan militer negara.

Dengan ditetapkannya otoritas kepemimpinan sementara, Teheran berupaya menunjukkan bahwa negara tetap berjalan dan tidak lumpuh. Namun, dunia kini menanti langkah berikutnya: siapa yang akan muncul sebagai pemimpin tertinggi baru, dan bagaimana arah Iran pasca-Khamenei di tengah konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Timnas Indonesia hadapi persoalan di lini depan jelang FIFA Matchday November 2026. Di tengah kondisi tersebut, nama Irfan Jaya layak masuk radar John Herdman.
Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Kramat Jati mengungkap hasil pemeriksaan anak (20 bulan) yang dibunuh ayah tiri, AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).
Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Video yang memperlihatkan YouTuber Herri Pras didatangi sekelompok pria hingga mendapat tindakan fisik mendadak viral di media sosial. Ini dugaan motifnya.
AKBP ADS Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren, Kapolres Sukoharjo Kini Dijabat AKBP Indra Maulana

AKBP ADS Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren, Kapolres Sukoharjo Kini Dijabat AKBP Indra Maulana

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena dinonaktifkan buntut penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10) lalu.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
League Cup 2026-2027 Segera Dimulai, Begini Aturan 3 Pemain Asing yang Buat Tim Tak Sembarangan Bongkar Pasang

League Cup 2026-2027 Segera Dimulai, Begini Aturan 3 Pemain Asing yang Buat Tim Tak Sembarangan Bongkar Pasang

Kompetisi League Cup 2026/2027 akan segera dimulai pekan ini. Di balik kompetisi baru tersebut, terdapat aturan menarik terkait regulasi slot pemain asing.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Selengkapnya

Viral