Awal Garang Menyerang Iran Bareng Israel, AS Kini 'Ketakutan' Usai Sekutu di Eropa Mulai Meninggalkannya
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah Amerika Serikat (AS) yang memilihi menyokong kekuatan militer Israel dalam memborbardir wilayah Iran tak semulus yang diharapkan Presiden AS, Donald Trump.
Bahkan dampak negatif justru dirasakan AS usai menegangnya hubungan dengan Inggris akibat aksinya yang menggandeng Israel dalam memborbardir wilayah Iran.
Dilansir dari Antara, Trump saat ini mengaku merasa sangat sedih dengan kondisi hubungan negeranya dengan Inggris yang dinilai tak lagi membaik saat konflik dengan Iran memanas.

- dok.humas Prabowo
Pernyataan Trump ditengarai tak adanya respons cepat dari Inggris usai AS berupaya menggunakan pangkalan militer Inggris untuk memborbardir Iran.
Trump kesal dengan menyebut Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer lama memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militer milik negeri Britania Raya itu.
"Ini dunia yang berbeda. Hubungan kami dengan negara Anda sangat berbeda dari sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tak seperti dulu," kata Trump dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Tak hanya merasa sedih, Trump turut membangdingkan sikap Starmer dengan Prancis dan Sekretaris Jenderal Natto, Mark Rutte yang memberi dukungan kepada AS.
"Saya tak pernah menyangka akan mendapatkan hal itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris," kata Trump.
Pada Senin, Starmer menyatakan Inggris tidak percaya dengan perubahan rezim dari langit merujuk pada pergantian kepemimpinan di Iran yang digaungkan AS.
Ia juga mempertahankan keputusannya untuk tidak mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris dalam serangan awal pada Sabtu.
Namun, ia mengatakan situasi berubah pada Minggu ketika respons Iran yang disebutnya "keterlaluan" menjadi ancaman bagi warga dan sekutu Inggris.
Pada hari yang sama, sebuah drone yang menuju pangkalan Inggris di Pulau Siprus berhasil dicegat.
Starmer kemudian menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam serangan "defensif" terhadap lokasi peluncur rudal Iran.
Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Inggris Kemi Badenoch menuding pemerintah "terlalu takut" mengambil sikap lebih tegas terhadap Iran.(ant/raa)
Load more