Iran Bersumpah Kejar Netanyahu Sampai Tuntas, Garda Revolusi: Jika Masih Hidup Akan Kami Habisi
- Antara
Namun ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Israel terhadap Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, Netanyahu memilih tidak mengungkapkan detail rencana militer negaranya.
Awal Eskalasi Konflik Iran-Israel
Konflik yang memanas ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut disebut-sebut menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan besar di Iran dan menjadi titik balik meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat.
Iran Serang Israel dan Pangkalan AS
Serangan balasan Iran tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk.
Selain itu, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Penutupan selat tersebut memicu kekhawatiran global karena dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan pasokan energi internasional.
Ketegangan ini juga memperluas potensi konflik regional yang melibatkan berbagai negara di Timur Tengah.
Israel Ancam Terus Serang Hizbullah
Di sisi lain, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.
Hal tersebut merupakan respons Israel atas serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada 2 Maret 2026.
Netanyahu mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak akan berhenti menghadapi kelompok yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negaranya.
Namun hingga kini, pemerintah Israel belum mengungkap secara rinci langkah militer berikutnya yang akan diambil terhadap Iran maupun kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.
Ketegangan antara Iran dan Israel pun diperkirakan masih akan terus berlangsung seiring meningkatnya ancaman dan pernyataan keras dari kedua belah pihak. (nsp)
Load more