Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Bekasi, tvOnenews.com - Umroh Suleha (50) menceritakan kejadian saat Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Ketika kejadian, dia mengaku berada di gerbong 6. Dia mengatakan, terdengar bunyi yang sangat keras ketika kereta tertabrak dari belakang.
Seluruh penumpang yang berada satu gerbong dengannya langsung terpental. Beberapa penumpang ada yang terluka hingga berdarah.
“Kalau dari gerbong saya itu ada yang dari pintu itu mental, mental begitu kenceng banget. Saya langsung astaghfirullahalazim, itu ya luka karena mental kamu. Ada yang berdarah langsung,” kata Umroh di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4).
Saat itu, lampu kemudian mendadak mati dan pintu tiba-tiba tertutup. Umroh mengaku lompat dari jendela untuk menyelamatkan diri.
“Saya kan pertama langsung saya loncat itu,” kata Umroh.
Menurutnya, di lokasi kejadian banyak penumpang yang pingsan karena mengalami syok. Namun, dia mengaku tidak berani melihat kondisi di area gerbong belakang.
“Badan saya gemeteran, saya langsung pesan ojek online saya pulang ke Cibitung,” katanya.
Hingga saat ini, Umroh mengaku masih mengalami trauma naik KRL. Namun, dia tidak punya pilihan lain, lantaran itu menjadi transportasi yang sehari-hari dia gunakan.
“Ya trauma sih ya namanya trauma ya pasti ada lah sedikit lah. Tadi aja pas saya injak Bekasi Timur itu, itu hati saya tuh langsung sedih,” tuturnya.
“Ya Allah kemarin gua posisi ada di sini nih. Masih nangis, masih ngembang air mata itu. Kok sekarang gua udah ada di jalan ini lagi. Ya Allah mudah-mudahan ya selamat lah,” pungkas Umroh. (saa/dpi)
Load more