AS Klaim Telah Gempur 8.000 Target Militer dan 130 Kapal Iran
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis laporan terbaru mengenai skala operasi militer mereka di Iran. Melalui keterangan resmi pada Sabtu (21/3), Kepala CENTCOM, Brad Cooper, mengungkapkan bahwa ribuan target strategis telah dihantam dalam rangkaian operasi yang dinamakan "Epic Fury".
Dalam laporan keempatnya yang diunggah melalui media sosial X, Cooper merinci bahwa kekuatan militer Iran mengalami pukulan telak, baik di darat maupun di laut.
“Sejauh ini, kami telah menyerang lebih dari 8.000 target militer, termasuk 130 kapal Iran,” ujar Cooper dalam pembaruan informasi terkait jalannya Operasi Epic Fury tersebut.
Selain serangan terhadap objek fisik, intensitas kekuatan udara Amerika Serikat juga dilaporkan sangat tinggi.
Hingga saat ini, Angkatan Udara AS tercatat telah merampungkan lebih dari 8.000 sorti atau penerbangan tempur untuk menggempur wilayah Iran.
Ketegangan bersenjata ini bermula pada 28 Februari, saat Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan agresi ke berbagai titik di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran.
Serangan tersebut tidak hanya merusak fasilitas militer, tetapi juga dilaporkan menyebabkan kehancuran infrastruktur publik dan menjatuhkan korban dari kalangan warga sipil.
Menanggapi gempuran tersebut, pihak Teheran tidak tinggal diam. Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan yang diarahkan ke wilayah Israel serta basis-basis militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah sebagai tindakan pertahanan kedaulatan.
Menariknya, alasan di balik serangan ini mengalami pergeseran. Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan "pendahuluan" tersebut adalah langkah darurat untuk meredam potensi ancaman dari program nuklir Iran.
Namun, seiring berjalannya konflik, kedua negara tersebut kini secara terang-terangan menyatakan bahwa tujuan akhir dari operasi militer ini adalah untuk memicu perubahan kekuasaan atau penggulingan rezim di Iran. (ant/dpi)
Load more